UPAYA WUJUDKAN FAKFAK BERMITRA

Fakfak,Gpriority-“Bupati Fakfak Mohammad Uswanas mengatakan, Yang urgen dalam hal menegaskan hak komunal orang Papua di sini agar  kami mampu memberdayakan diri secara bermartabat, berdaya saing dan sejahtera.”

 Kota Pala.Itulah yang terbersit di benak, begitu pesawat Wings Air mendarat di Bandara Torea, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, waktu pagi hari menjelang siang.Wings Air satu-satunya maskapai penerbangan yang tersedia, melayani route ke beberapa tujuan seperti ke Sorong dan Ambon.

 Runway bandara Torea tidak begitu panjang seperti bandara pada umumnya.Ditambah dengan keberadaan tebing tepi laut yang curam dan sempit membuat bandara udara ini sulit untuk dikembangkan lagi. Itu pula alasan Pemerintah Kabupaten Fakfak (Pemkab Fakfak) berencana membangun  bandara baru di daerah Siboru. Pemkab Fakfak telah menyiapkan lahan yang siap dibangun untuk runway sejauh 3.000 meter.

 Buah Pala, dijadikan identitas wilayah kabupaten ini sebagaimana yang dapat dilihat pada logo daerah. Pala tidak hanya bernilai ekonomi tapi juga bernilai sosial dan budaya.Seperti dikatakan Abdul Solichin, pala adalah komoditas lokal, membuat pribumi Fakfak mengenal pasar dan hukum pasar. “Pala mengajari pribumi Fakfak mengenal barang-barang produk luar; pala mengajari pribumi Fakfak berkomunikasi dengan orang luar dan kebudayaan asing; pala mengajari pribumi Fakfak cara berdagang dan mengenal hukum ekonomi; pala mengajari pribumi Fakfak mengelola lahan perkebunan – rantai produksi komoditi – dan pemanfaatan hasil penjualan; pala mengajari pribumi Fakfak bertahan hidup (dengan berdagang); dan pala mengajari pribumi Fakfak menyekolahkan anak-anaknya menjadi orang besar; dan lain sebagainya,” kata Solichin.

 Masa kepemimpinan bupati Mohammad Uswanas dan wakil bupati Abraham Sopaheluwakan 2016-2021, masih menjadikan pala sebagai komoditas unggulan di sektor pertanian. Merujuk pada data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) “Fakfak dalam Angka 2018″ tercatat Kab.Fakfak merupakan salah satu penghasil pala terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2017, area seluas 17.542 hektar digunakan untuk menanam pala dengan hasil sebesar 1.750 ton. Gerda M. Teurupun, SE , Kepala Bagian Humas Setda Setda Fakfak, Papua Barat ditemui di kantornya, Kamis (4/10/2018) mengatakan kepemimpinan bupati  Mohammad Uswanas sebenarnya telah membawa perubahan yang nyata dalam membangun Fakfak sebagai kota perjuangan. ” Memang sepertinya kota ini perkembangannya berjalan lamban, tapi kalau diperhatikan secara saksama, geliat pembangunan kian nampak dapat dirasakan warga Fakfak, baik warga asli maupun pendatang. Pembangunan itu butuh tahapan dan bapak bupati telah mengupayakannya secara seimbang, pembangunan fisiknya seperti infrastruktur maupun dari segi pembangunan sumber daya manusianya, ” ucap Teurupun.

 ” Saya bahkan mengikuti bagaimana pembangunan di Fakfak ini sejak dari awal. Sejumlah sektor seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian dan lain sebagainya menjadi fokus perhatian bapak bupati, ” ucapnya. Lebih lanjut Teurupun menjelaskan Fakfak sebagai salah satu kota tertua di Papua ini dengan filosofi “satu tungku tiga batu” tetap merawat harmoni, toleransi kerukunan beragama yang membuat kita ini tetap terjaga dari segi  keagamaan, sosial, adat dan budaya.

 Fakfak sebagai kabupaten dengan tingkat rasa damai paling tinggi di Papua telah mengalami banyak perubahan.Bahkan meskipun kotanya memiliki tingkat kemiringan hampir 40 persen, tetapi dengan infrastruktur jalan baik tidak menjadi hambatan dalam transportasi. Angkutan kota, baik roda empat maupun roda dua (ojek) siap melayani aktivitas warga. Sejumlah pertokoan, pasar, bank, pelabuhan, bandara Torea, RSUD, Kantor Pemda, Masjid Raya, gereja, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan fasilitas-fasilitas lainnya memperlihatkan geliat pertumbuhan sosial perekonomian di Fakfak yang semakin maju. Namun juga dari sisi sejarah di mana Fakfak ini sebagai kota tertua, ada yang tetap dipertahankan supaya nilai-nilainya tetap lestari secara adat seperti deretan pertokoan di jalan Izaak Telusa. Bahkan program “Gerbang Kaca” atau gerakan pembangunan kampung bercahaya menjadi salah satu program andalan bupati Mohammad Uswanas.

Seperti ditegaskan Teurupun, Bupati Mohammad Uswanas terus berusaha mewujudkan Fakfak bermartabat, berdaya saing dan bermitra sesuai visi yang dijalankannya.

 Dalam upaya mewujudkan visi “TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN FAKFAK YANG BERMARTABAT, BERDAYA SAING, DAN SEJAHTERA”, Bupati Mohammad Uswanas dan Wakil Bupati Abraham Sopaheluwakan beserta perangkat daerah menjalankan program-program peningkatan keimanan dan ketakwaan dilakukan melalui penyediaan sarana keagamaan, peningkatan kesadaran masyarakat dalam keagamaan, peningkatan kapasitas pemuka agama, pemberian insentif dan penyediaan rumah layak bagi pemuka agama, revitalisasi tempat pembinaan keimanan dan pembangunan pusat-pusat pendidikan keagamaan.

 Peningkatan kualitas sumberdaya manusia dilakukan melalui pendidikan dan kesehatan. Pendidikan dilakukan melalui program peningkatan kualitas sarana prasarana sekolah (PAUD, TK, SD, SMP, SLTA), pembangunan rumah guru dengan fasilitas penunjang, penyediaan tenaga guru yang lebih merata sesuai dengan rasio guru terhadap murid, bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa, pengadaan buku-buku pelajaran berbasis kurikulum dan Pembangunan perpustakaan sekolah dan koleksi buku-buku pegangan murid dan guru serta pengadaan alat-alat peraga sekolah, pembangunan laboratorium sekolah dan pembangunan fasilitas olah raga dan lapangan upacara. Kesehatan di lakukan melalui revitalisasi pustu puskesmas, pelindes dan pustu, pembangunan jamban keluarga, penataan lingkungan kampung dan cara hidup sehat, Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan, pengadaan pusling dan ambulan untuk puskesmas, penempatan tenaga medis secara merata di bebrgai fasilitas kesehatan, pengendalian terhadap penyakit menular dan HIV serta peningkatan gisi keluarga dan makan tambahan bagi keluarga rentan gisi buruk.

 Peningkatan Investasi dan daya saing ekonomi daerah melalui pemberdayaan dan produktivitas Masyarakat.Beberapa program yang diluncurkan adalah pemantapan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal, pemberdayaan ekonomi melalui pendidikan, pelatihan, magang, dan pendampingan, bantuan stimulan permodalan masyarakat.Pelatihan tenaga skill di berbagai bidang, bantun peralatan usaha masyarakat di ssuaikan dengan lapangan usaha, pengembangan industri kreatif lokal masyarakat, pembangunan pasar pada kawasan-kawasan sentra produksi, peningkatan nilai tambah produksi pengolahan pala dan peningkatan koperasi dan UMKM di sentra-sentra ekonomi.

 Pada program infrastruktur melanjutkan beberapa program yang  telah dilaksanakan pada periode lalu seperti rencana pembangunan bandara Siboru, pembangunan jalan strategis antar wilayah, antar ibu kota dan antar lingkungan, dan dukungan infrastruktur terhadap pembangunan agropolitan, agrowisata, dan lain sebagainya.

 Beberapa hal lain terkait dengan program kualitas birokrasi, kapasitas adat dan harmonisasi kehidupan sosial serta peningkatan kualitas pengendalian lingkungan hidup dan tata ruang dengan melanjutkan beberapa program padaperiode lalu yang dijabarkan dalam rencana pembangunan lima tahun RPJMD Fakfak 2016-2021.

Fakfak dalam Angka 2018

 Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018, Kab.Fakfak terletak di antara 131030’- 1380 40’ Bujur Timur dan 2025’ – 4000’ Lintang Selatan dengan ketinggian antara 0 – 100 meter dari permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Fakfak 14.320 km2, dibagi menjadi 17 distrik yang terdiri dari 7 kelurahan, 142 kampung, dan 1 UPT. Batas wilayah Kabupaten Fakfak adalah sebelah utara Kabupaten Teluk Bintuni, sebelah selatan Laut Arafura dan Kabupaten Kaimana, sebelah barat Laut Seram dan Teluk Berau serta sebelah timur Kabupaten Kaimana.

 Penduduk Kabupaten Fakfak berdasarkan proyeksi penduduk, tahun 2017 sebanyak 76.102 jiwa yang terdiri atas 35.987 jiwa penduduk laki-laki dan 40.115 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2016, penduduk Fakfak mengalami pertumbuhan sebesar 1,78 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2017 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 112, artinya bahwa dalam 100 penduduk perempuan terdapat 112 penduduk laki-laki.

 Pertanian merupakan lapangan usaha yang mempunyai peranan penting pada perekonomian Kabupaten Fakfak.Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013) tercatat sebanyak 8.979 jiwa penduduk Kabupaten Fakfak berprofesi sebagai petani. Pertanian menyumbang 17,76 persen terhadap perekonomian Kabupaten Fakfak.

 Pada tahun 2015, Kabupaten Fakfak memiliki sawah seluas 513 hektar yang seluruhnya berada di Distrik Bomberay. Keseluruhan sawah yang ada di Kabupaten Fakfak merupakan sawah non irigasi karena belum adanya sistem irigasi. Pertanian yang diusahakan di distrik lain adalah pertanian yang dilakukan di kebun.

 Hasil pertanian yang utama dari Kabupaten Fakfak adalah pala. Kabupaten Fakfak merupakan salah satu penghasil pala terbesar di Indonesia. Pada tahun 2017, area seluas 17.542 hektar digunakan untuk menanam pala dengan hasil sebesar 1.750 ton. Selain pala, tanaman perkebunan lain yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Fakfak antara lain adalah kelapa, kopi, cengkeh, kakao dan jambu mete.

 Perindustrian di Kabupaten Fakfak terdiri dari industri mikro dan kecil. Skala usaha di Kabupaten Fakfak baru sebatas industri rumah tangga dengan nilai investasi dan industri yang masih terbilang

kecil. Industri yang ada di Kabupaten Fakfak mencakup industri makanan, meubel kayu, konveksi, sol sepatu, penjahit pakaian, jok kursi, sablon, reparasi alat pendingin, reparasi elektronik, reparasi arloji, salon kecantikan, anyaman, pemecahan batu, batu semen, cuci kendaraan, studio foto, pandai besi, bengkel kendaraan roda 4, bengkel kendaraan roda 2, tambal ban.

 Kegiatan perindustrian di Kabupaten Fakfak di dominasi oleh industri makanan dengan jumlah perusahaan sebanyak 31 perusahaan. Selanjutnya kegiatan industri terbanyak di Kabupaten Fakfak yaitu industri bengkel kendaraan roda 4 dan bengkel kendaraan roda 2 dengan jumlah perusahaan masing-masing yaitu 23 dan 21 perusahaan. Sedangkan menurut jumlah tenaga kerjanya, industri meubel kayu merupakan industri yang memiliki tenaga kerja terbanyak yaitu 76 tenaga kerja, kemudian disusul oleh industri pemecahan batu (71 tenaga kerja) dan industri makanan (66 tenaga kerja). Hal ini mengindikasikan bahwa ketiga industri tersebut lebih banyak membutuhkan tenaga kerja dibandingkan industri lainnya.

Ketersediaan sumber energi listrik sangat penting sebagai penunjang dalam kehidupan sehari-hari terutama pada kegiatan perindustrian. Oleh karena itu, jumlah pelanggan listrik tentunya semakin bertambah tiap tahunnya.

 Selain sumber energi listrik, ketersediaan air bersih juga merupakan pokok kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari baik dalam industri, sosial, rumah tangga, instansi pemerintah, sekolah, pelabuhan, dan lain lain.

 Kebutuhan air untuk rumah tangga yang paling mendominasi baik dari jumlah pelanggan, jumlah air yang di salurkan, serta total nilai dalam rupiah. Sedangkan untuk jumlah pelanggan dan jumlah air yang disalurkan paling sedikit pada industri yaitu hanya 2 pelanggan dan 28.279 m3 air yang disalurkan. Khusus untuk pelanggan sosial (rumah sakit, masjid, dan fasilitas sosial lainnya), diberikan subsidi sehingga nilai (rupiah) pada pelanggan sosial paling sedikit meskipun dengan jumlah pelanggan dan jumlah air yang disalurkan cukup banyak.

 Kabupaten Fakfak dengan wilayah yang didominasi pesisir membuat pariwisata pantainya mengundang wisatawan untuk berkunjung.Selain wisatawan domestik, wisatawan asing juga turut tertarik untuk mengunjungi Kab.Fakfak. Tercatat pada tahun sebanyak 2017 wisatawan asing mengunjungi Kab. Fakfak. Di mana wisatawan asing didominasi oleh wisatawan berkebangsaan Perancis dan Swedia.

 Wisatawan tentunya perlu hotel atau penginapan untuk singgah atau bermalam.Pada tahun 2017, terdapat 12 hotel di Kabupaten Fakfak yang terdiri dari hotel berbintang dan hotel melati. Jumlah ini tidak mengalami perubahan dari kondisi pada tahun 2016 dimana juga terdapat 14 hotel berbintang dan melati di Kabupaten Fakfak. Dari 14 hotel tersebut, hanya 1 hotel yang merupakan hotel berbintang, yaitu Hotel Grand Papua yang merupakan hotel bintang tiga. Seluruh hotel yang ada di Kabupaten Fakfak terletak di Distrik Fakfak yang merupakan ibukota kabupaten dan pusat.

Informasi mengenai panjang jalan di Kabupaten Fakfak tahun 2016-2017 dapat dilihat pada tabel 9.1.1. Panjang jalan aspal pada tahun 2017 sepanjang 212,199 km sedangkan lainnya masih berupa tanah, kerikil dan beton.

 Berdasarkan kondisinya, terdapat 143,974 km kondisi baik, 7,948 km dalam kondisi sedang, 27,569 km dalam kondisi rusak, dan 338,183 km dalam kondisi rusak berat. Sampai tahun 2017, kendaraan bermotor masih tetap di dominasi oleh sepeda motor dengan jumlah 14.566 kendaraan. Kemudian di ikuti dengan kendaraan jenis mini bus dengan jumlah 1.364.

 Kelancaran kegiatan pemerintahan dan pembangunan sangat bergantung kepada tersedianya biaya baik untuk administrasi maupun biaya lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak menyediakan biaya dari tiga Sumber yaitu Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Pendapatan lainnya yang sah.

Realisasi pendapatan keuangan Pemerintah Kabupaten Fakfak sampai dengan Desember 2017 berjumlah 1,309 triliun rupiah. Naik 8,9 persen dari realisasi pendapatan keuangan tahun 2016 yang berjumlah 1,201 triliun rupiah.

Penerimaan tersebut berasal dari pendapatan asli daerah sebesar 39 miliyar rupiah, dana perimbangan sebesar 960 miliyar rupiah dan lain lain pendapatan yang sah sebesar 309 miliyar rupiah.

Pendapatan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang tertinggi berasal dari dana perimbangan yang memberikan kontribusi terhadap total pendapatan Kabupaten Fakfak sebesar 73,39 persen.

Penduduk beragama Islam berjumlah 44969 orang, agama Kristen Protestan 14476 orang, Katolik 15071, Hindu 49 orang, dan Budha 14 orang. (GP/adv)

Related posts