Update Terbaru 10 Titik di Sumatera yang Dilanda Banjir Bandang

Foto : Dok. BNPB Foto : Dok. BNPB

Sumatera, GPriority.co.id – Indonesia darurat bencana. Tercatat sejak Januari-Oktober 2025, ada 2.590 kejadian bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia.

Terbaru, pada 21-27 November 2025 beberapa titik di pulau Sumatera mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan banjir bandang, tanah longsor, hujan ekstrem, angin kencang, hingga gelombang tinggi.

Dilansir dari laman resminya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diakibatkan karena adanya perubahan pola hujan dan global warming. Kendati demikian, ada juga yang menyebut bencana besar di wilayah tersebut terjadi karena pembabatan hutan asli untuk diubah menjadi lahan sawit.

Data estimasi sementara Badan SAR Nasional (Basarnas), korban meninggal dunia akibat banjir Sumatera adalah 105 orang, sementara puluhan orang dilaporkan masih hilang. Jumlah tersebut belum meliputi korban jiwa di Aceh.

Update terbaru, data BNPB melaporkan setidaknya terdapat 10 kabupaten/kota yang terdampak dalam bencana banjir hingga longsor yang terjadi di Provinsi Sumatera pada November 2025 ini.

Sebagaimana dilansir dari Instagram @detikcom, berikut ini daftarnya.

1. Kota Lhokseumawe (banjir), 4 kecamatan terdampak, 100 KK mengungsi.
2. Kabupaten Aceh Barat (banjir), 4 kecamatan terdampak, 184 KK terdampak, 33 KK mengungsi.
3. Kabupaten Aceh Utara (banjir), 17 kecamatan terdampak, 2.668 KK (4.441 jiwa) terdampak, 1.270 KK (3.507 jiwa) mengungsi.
4. Kabupaten Aceh Timur (banjir), 17 kecamatan terdampak, 7.972 KK (29.706 jiwa) terdampak, 920 KK (2.456 jiwa) mengungsi.
5. Kabupaten Agam (banjir bandang), 13 kecamatan terdampak, 13 meninggal dunia, 10 orang hilang, 135 KK mengungsi.
6. Kota Solok (banjir bandang), 598 KK (3.362 jiwa terdampak), 8 kelurahan terdampak.
7. Kabupaten Pakpak Bharat (banjir bandang), 5 kecamatan terdampak, 1 meninggal dunia.
8. Kabupaten Humbang Hasundutan (banjir bandang dan longsor), 1 kecamatan terdampak, 9 meninggal dunia, 4 orang hilang, 7 luka berat, 2 luka ringan.
9. Kabupaten Deli Serdang (banjir), 2 kecamatan terdampak, 427 KK (1.618 jiwa terdampak), 814 jiwa mengungsi (dari Desa Paluh Kurau).
10. Kabupaten Tapanuli Tengah (banjir), 11 kecamatan terdampak, 1.902 KK warga terdampak, 4 meninggal dunia.

Sementara itu, estimasi kerugian sementara akibat musibah tersebut diperkirakan tembus hingga Rp6,35 milliar menurut perhitungan BPBD Sumatera Barat. Adapun kerugian tersebut berasal dari dampak bencana banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Sementara itu, total angka kerugian materil dan imateril dapat dipastikan terus bertambah usai banjir surut.