Penelitian: Konsumsi 3-4 Cangkir Kopi Dalam Sehari Bisa Memperlambat Penuaan

Penelitian: Konsumsi 3-4 Cangkir Kopi Dalam Sehari Bisa Memperlambat Penuaan/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Penelitian: Konsumsi 3-4 Cangkir Kopi Dalam Sehari Bisa Memperlambat Penuaan/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Kabar baik bagi para pecinta kopi yang rutin minum setiap hari. Bukan hanya sekadar menambah semangat di pagi hari, kopi juga dapat menangkal risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, bahkan penyakit parkinson.

Bahkan menurut penelitian terbaru sebagaimana dilansir dari NY Post, mengonsumsi 3-4 cangkir kopi dalam sehari juga bisa memperlambat penuaan.

Perlu diketahui, penuaan secara biologis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetika, gaya hidup, paparan lingkungan, hingga pola makan sehari-hari.

Pada sebuah penelitian di jurnal BMJ Mental Health yang diterbitkan minggu ini menyebut, meminum 3-4 cangkir kopi dalam sehari dapat memperlambat penuaan biologis dengan penyakit mental yang parah.

Dibandingkan dengan yang tidak rutin minum kopi, mereka yang menghabiskan cangkir demi cangkir kopi setiap harinya dapat memperoleh tambahan umur lima tahun secara biologis.

Empat cangkir dengan 8 ons kopi menjadi jumlah kafein harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa, sebagaimana saran Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selain memperlambat penuaan, dalam penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa rutin konsumsi kopi dapat mengurangi stres oksidatif yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas hingga menyebabkan rusaknya sel dan DNA.

Stres oksidatif dapat memengaruhi panjang telomer (lapisan pelindung di ujung kromosom yang mencegahnya berjumbai seperti ujung plastik pada tali sepatu). Telomer yang memendek dapat menjadi indikasi dari penuaan biologis.

Kendati kromosom yang memendek dapat terjadi secara alami, para peneliti mencatat bahwa kromosom tersebut lebih sering muncul pada orang-orang dengan gangguan mental berat seperti penderita skizofrenia dan gangguan bipolar.

Menurut peneliti, mereka yang mengalami gangguan mental berat cenderung memiliki harapan hidup lebih pendek hingga 15 tahun.

Dalam sebuah penelitian, lebih dari 400 orang dewasa Norwegia pengidap skizofrenia dan gangguan bipolar dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan jumlah kopi yang mereka minum.

Para peneliti kemudian mengukur panjang telomer dari sampel darah. Hasilnya, mereka menemukan perbedaan signifikan antara mereka yang tidak minum kopi sama sekali hingga mereka yang 3-4 cangkir kopi serta lebih dari 5 cangki dalam sehari.

Kelompok yang rutin minum 3-4 cangkir kopi dalam sehari memiliki telomer yang memanjang. Sementara mereka yang minum kopi lebih dari lima cangkir sehari tidak ditemukan perbedaan.

Salah satu alasan mengapa peneliti percaya kopi dapat memperlambat penuaan secara biologis ialah karena senyawa antioksidan dan anti-inflamasinya yang kuat.

Kendati kopi dapat memperpanjang umur, namun para peneliti tetap memperingatkan bahwa minum kopi lebih dari jumlah yang disarankan dapat menjadi bumerang.

“Mengonsumsi kopi melebihi jumlah yang direkomendasikan setiap hari juga dapat menyebabkan kerusakal sel dan pemendekan (telomer) melalui pembentukan spesies oksigen reaktif,” tulis para peneliti dalam laporannya.