Jakarta, GPriority.co.id – VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, baru saja meluncurkan taksi listrik di Jakarta.
Melalui anak perusahaannya, Xanh SM, resmi diluncurkan taksi dengan armada bertenaga 100% listrik di Jakarta.
Xanh SM kabarnya akan menjadi pesaing baru di pasar taksi online Indonesia yang selama ini diisi oleh Grab, Gojek, hingga Bluebird.
Terlebih, saat ini Xanh SM menawarkan harga yang sangat murah.
Contohnya seperti tarif dari Senopati ke Terminal 2 Bandara Soetta dengan jarak tempuh 32 km, taksi Xanh SM mengenakan tarif diskon Rp30.400, dari tarif normal Rp150.400.

Tarif murah ini tentu menjadi pertanyaan banyak orang. Bukan karena baru di launching, tetapi kehadiran Xanh SM ini juga sebagai pengenalan serta pembuktian dari produk VinFast.
Xanh SM menggunakan 2 armada mobil listrik VinFast tipe VinFast VF e34 dan VinFast VF 5.
Sebelumnya, taksi listrik tersebut telah beroperasi di mayoritas kota besar negara Vietnam, Laos, serta Kamboja.
Jadi Bukti Indonesia Semakin Tertinggal?
Kehadiran taksi listrik Xanh SM membuktikan bahwa Indonesia semakin tertinggal dengan Vietnam.
Vietnam sendiri telah berhasil membangun produsen mobil listrik VinFast, yang bahkan telah menguasai pasar dalam negerinya.
VinFast juga telah mengincar pasar internasional di negara-negara Asia, Amerika, serta Eropa.

Disisi lain, produksi massal mobil asal Indonesia, Esemka, terus ditunda dan tidak jelas kabarnya sampai saat ini.
Selain dari sisi produksi mobil, Indonesia juga sering dibandingkan dengan Vietnam dari berbagai sisi.
Misalnya saja soal investasi Apple yang membangun pabrik di Vietnam, namun di Indonesia hanya membangun Apple Developer Academy.
Kedatangan CEO NVIDIA ke Indonesia yang hanya menjadi pembicara di Indonesia AI Day, sedangkan di Vietnam melakukan investasi dan membangun research center.
Terkait pertumbuhan PDB, Vietnam tumbuh 7,4% di kuartal-III 2024, sedangkan Indonesia hanya 4,95% pada kuartal-III 2024.
Begitupun dengan kebijakan pajak di Vietnam yang justru turun menjadi 8% dari 10%. Justru di Indonesia malah dinaikkan dari 11% menjadi 12%.
Foto : Xanh SM
