Waduh! Kualitas Udara Buruk Buat Jakarta Masuk 5 Kota Paling Berpolusi di Dunia

Jakarta, GPriority.co.id – Polusi Jakarta kembali menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyakarat. Pada Rabu (19/6/2024) lalu, pukul 15.00 WIB, indeks kualitas udara di Jakarta berada di angka 153 dengan PM 2.5, dan masuk kategori tidak sehat.

Kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, pada Selasa (18/6/2024) lalu, kualitas udara Jakarta sempat menjadi yang tidak sehat dan terburuk di dunia.

Dilansir dari Instagram @bigalphaid, pada Rabu lalu, Jakarta berada di urutan ke-5 sebagai kota dengan polusi udara tertinggi. Bahkan permasalahan polusi udara di Jakarta bukanlah hal yang baru. Pasalnya, kondisi ini juga sempat terjadi pada tahun 2023 silam.

Saat itu, penyebabnya adalah asap batu bara. Sekitar setengah polusi Jakarta berasal dari pembakaran batu bara. Perlu diketahui, Jakarta diapit oleh 8 PLTU batu bara dalam radius 100 km, dan dikelilingi oleh 118 fasilitas industri.

Terkait hal ini, menurut BMKG, terdapat 3 faktor utama penyebab kualitas udara Jakarta memburuk.

Pertama, karena faktor angin. Kecepatan angin yang rendah, berimbas pada stagnasi kecepatan udara, sehingga polutan di udara akan terakumulasi.

Kedua, berkurangnya curah hujan. Kualitas udara yang memburuk juga dipengaruhi oleh curah hujan yang semakin menurun, karena berperan untuk meluruhkan polutan di udara.

Ketiga, lapisan inversi. Pada 18 Juni kemarin, terlihat adanya lapisan inversi di sekitar ketinggian 1,5 ribu – 2 ribu m. sehingga berdampak pada terperangkapnya polutan di ketinggian tersebut.

Lapisan inversi sendiri merupakan lapisan atmosfer yang hangat, dan berada di atas lapisan atmosfer yang dingin.

Foto : Ilustrasi / Shutterstock