Wafat di Usia 88 Tahun, Ini Pesan Terakhir Paus Fransiskus

Wafat di Usia 88 Tahun, Ini Pesan Terakhir Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Ini Pesan Terakhir Paus Fransiskus

Jakarta, GPriority.co.id – Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik serta 1,4 miliar umat Katolik Roma, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (21/4) kemarin.

Kabar wafatnya Paus Fransiskus dikonfirmasi langsung oleh Kardinal yang mengumumkan bahwa Paus Fransiskus telah meninggal dunia pada usia 88 tahun.

“Pukul 7.35 pagi ini (waktu setempat), Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan dan Gereja,” katanya. Sebagai informasi, Paus Fransiskus meninggal pada hari Senin Paskah, 21 April 2025, di rumahnya di Casa Santa Marta, Vatikan.

Masa jabatannya sebagai Paus dipenuhi dengan tonggak sejarah. Ia adalah Paus pertama dari Amerika dan belahan bumi selatan, dan orang non-Eropa pertama yang memimpin Gereja Katolik sejak Gregorius III, yang meninggal pada tahun 741.

Meskipun ia mendorong reformasi, Fransiskus tetap menjadi tokoh yang dihormati bahkan di kalangan Gereja yang lebih tradisional.

Pesan Terakhir Paus Fransiskus

Paus Fransiskus menyampaikan pesan harapan dan perdamaian dalam pidatonya pada Minggu Paskah di Vatikan hanya beberapa jam sebelum kematiannya.

Paus, yang telah menghadapi masalah kesehatan yang serius dalam beberapa minggu terakhir, menggunakan seorang ajudan, Uskup Agung Diego Ravelli, untuk menyampaikan pidatonya pada Minggu Paskah di hadapan khalayak yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus di Vatikan.

Selama pidatonya, Paus menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, menyebut konflik di daerah itu sebagai konflik yang “terus menyebabkan kematian dan kehancuran serta menciptakan situasi kemanusiaan yang dramatis dan menyedihkan.”

“Saya memohon kepada pihak-pihak yang bertikai: serukan gencatan senjata, bebaskan para sandera dan bantulah orang-orang yang kelaparan yang mendambakan masa depan yang damai! Marilah kita berdoa bagi komunitas Kristen di Lebanon dan Suriah, yang saat ini sedang mengalami transisi yang sulit dalam sejarahnya,” ungkap Paus Fransiskus yang diwakili oleh ajudannya.

Foto : Dok. France 24