Walikota Samarinda Sebut 20 Persen Warga Belum Dapat Akses Air Bersih

Badung, GPiority.co.id – Walikota Samarinda, Andi Harun berupaya memenuhi kebutuhan air bersih kepada seluruh masyarakat. Dia membeberkan, saat ini, masih ada 20 persen masyarakat belum mendapatkan akses air bersih.

“Kita masih punya pekerjaan 20 persen (pemenuhan air bersih), masyarakat yang sudah terlayani itu sekitar 80 persen,” ujar Andi saat konfrensi pers di sela-sela World Water Forum ke-10 di Bali, Selasa (22/5).

Andi menjelaskan 80 persen ketersediaan air itu merupakan akumulasi dari ketersediaan 18 Industri Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Dia menargetkan 4 IPAL lagi dapat beroperasi untuk memenuhi 100 persen akses air bersih.

Selain pemenuhan IPAL, Andi membeberkan beberapa tantangan yang mempengaruhi ketersediaan air bersih. Seperti, praktek KKN di PDAM hingga skema bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan.

“Kami pertama menyehatkan PDAMnya memastikan seluruh pemangku kebijakan di pemerintah terbebas praktek KKN. Kemudian PDAM kita dorong bisnis alternatif. Dia (PDAM) harus berani memakai pola bisnis to bisnis kalau yakin hitungan bisnisnya untuk dia harus berani pakai bank (pinjam) atau partner dengan swasta,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Andi juga mendorong pemerintah pusat untuk mengeluarkan regulasi konkret agar integrasi pengelolaan air tersebut berjalan maksimal.

“Hambatan regulasi, kita perlu payung regulasi yang berlaku secara nasional, sehingga terintegrasi pengelolaan air ini dan mudah-mudahan kedepan kita memiliki ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, sumber kebutuhan air bagi warga Samarinda berasal dari Sungai Mahakam. Sungai Mahakam juga digunakan untuk pusat perekonomian warga. Karenanya membutuhkan pemeliharaan agar keberadaan air bagi kehidupan dan keberlanjutan tetap terjaga.

Foto: GPriority