Wapres Ma’ruf Amin: Transformasi Digital Harus Dimanfaatkan untuk Meningkatkan Pasar Industri Properti


Jakarta,Gpriority-Covid-19 berdampak pada berbagai sektor termasuk properti. Ini bisa terlihat dari semakin menurunnya jumlah pembeli properti karena takut terpapar Covid-19 saat melakukan transaksi tatap muka. Akibatnya sebagian besar pengembang memutuskan untuk menghentikan dulu pembangunan rumah.

“ Pemerintah menyadari bahwa Covid-19 berimbas kepada berbagai sektor termasuk properti. Untuk membangkitkan kembali dibutuhkan inovasi-inovasi, salah satunya dengan memanfaatkan transformasi digital. Saya percaya, inovasi-inovasi digital, baik dari sisi pengembang maupun dari sisi pemerintah melalui berbagai kebijakan seperti kemudahan pemberian ijin, dukungan pembiayaan, pemanfaatan lahan dan kemudahan pemberian sertifikat atas tanah untuk perumahan, akan ikut mendukung bangkitnya industri perumahan di masa depan,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada Seminar dan Sarasehan Nasional Himpunan Pengembang Nusantara (HIPNU) melalui konferensi video dari kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Lebih lanjut dikatakan Wapres, hadirnya transformasi digital ini sebenarnya membawa keuntungan bagi pembeli dan juga penjual. Karena mereka bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun tanpa takut terpapar Covid-19.

Wapres dalam sambutannya juga menyampaikan, bahwa pada saat ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR tengah giat membangun rumah untuk rakyat. Hadirnya rumah untuk rakyat atau sering disebut program rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) tidak hanya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini dapat terjadi karena sektor perumahan merupakan satu klaster yang melibatkan lebih dari 150 jenis usaha dan industri, serta menyerap lapangan kerja cukup besar.“Oleh karena itu pembangunan sektor perumahan perlu kita dukung sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat,” terang Wapres.

Wapres juga menjelaskan, bahwa program rumah MBR yang diinisasi oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 telah berhasil merealisasikan sekitar 4,8 juta unit rumah pada 2019, dengan lebih dari 70% dinikmati oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun demikian, jumlah tersebut belum mampu mengimbangi tingginya laju pertumbuhan penduduk sehingga perlu dilakukan upaya percepatan untuk mengurangi selisih kekurangan pasokan rumah bagi masyarakat. “Walaupun jumlah perumahan telah bertambah, karena laju pertumbuhan keluarga cukup tinggi, backlog atau kekurangan pasokan rumah saat ini masih tetap cukup besar, yaitu diperkirakan sebesar 11,04 juta unit. Dengan demikian, pembangunan perumahan ini menjadi semakin mendesak untuk dipercepat pelaksanaannya,” tegas Wapres.

Untuk mempercepat program tersebut, lanjut Wapres, pemerintah telah menyediakan berbagai skema bantuan pembiayaan perumahan dalam rangka mendukung penyediaan rumah bagi MBR. Yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Di samping itu, ada juga alokasi belanja kementerian/lembaga (K/L), dan skema yang terbaru ialah Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Wapres juga mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengkaji lebih lanjut skema subsidi dan intervensi pemerintah yang lebih tepat khususnya di masa pandemi ini dan dalam upaya pemulihan ekonomi. Ia berharap pembangunan perumahan khususnya bagi MBR menggunakan skema padat karya agar memberikan pekerjaan dan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Selain itu, seluruh pembangunannya agar menggunakan bahan dan material produksi dalam negeri dan bahkan bahan bangunan hasil industri lokal,” ujar Wapres.

Mengakhiri sambutannya, Wapres menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan dan berupaya untuk mengurangi backlog perumahan di masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup rakyat. Untuk itu, kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan perlu untuk ditingkatkan, terutama menghadapi masa pandemi ini.“Terlebih dalam masa pandemi ini, saya ingin mengajak kita bersama-sama berkontribusi, bersinergi, dan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menjadikan negeri Indonesia ini menjadi lebih baik,” tutup Wapres.(Hs.Foto.dok.Humas Kominfo)

Related posts