Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : Kemenag
Jakarta, GPriority.co.id – Hingar – bingar Kota Jakarta yang menjadi salah satu kota tersibuk di Indonesia akan terus tertanam, walaupun dalam beberapa bulan lagi predikat ‘Ibukota Negara’ akan diambil alih oleh Ibukota Nusatara (IKN) yang letaknya di Pulau Kalimantan.
Namun dibalik pemindahan itu, nama Jakarta tetap menjadi magnet bagi siapapun untuk menjajakan kakinya, baik untuk tujuan bisnis maupun sekedar melepas penat dengan berkunjung ke beberapa wisata andalan di sana, salah satunya Kepulauan Seribu.
Jakarta yang dikenal akan modernisasi kota dengan berjuta kemajuan ini ternyata memiliki andalan wisata yakni Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu merupakan sebuah kabupaten administrasi di DKI Jakarta yang wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta. Terdapat kurang lebih 110 pulau yang berpenghuni dan juga tidak berpenghuni yang terletak sejajar seperti rantai.
Pada edisi Spesial kali ini, tim GPriority berkesempatan untuk mengulik lebih jauh tentang primadona wisata kepulauan seribu, yang mana salah satu pulaunya masuk ke dalam nominasi 75 besar Anugerah Desa Wisata tahun (ADWI) 2023 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Benar Pulau Kelapa, dilansir melalui sumber jadesta.kemenparekraf Pulau Kelapa adalah salah satu Kelurahan di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu. Terdapat 36 pulau di kelurahan ini, 2 pulau dihuni dan 34 pulau tidak berpenghuni. Sedangkan populasi penduduk berjumlah 6.661 jiwa, dengan RT berjumlah 31 sedangkan Rw berjumlah 5 dengan jumlah KK 1.865.
Keberagaman budaya Desa Wisata Pulau Kelapa baik dari kuliner, religi, suku, bahasa, dan adat istiadat menjadi daya tarik tersendiri ketika kamu berkunjung ke pulau ini, maka tak heran banyak yang bilang bahwa pulau kelapa adalah miniaturnya Indonesia.
Disisi lain, faktor bagaimana masuknya Pulau Kelapa sebagai 75 besar ADWI ini pun sudah terlihat jelas, mulai dari ketersediaan akomodasi transportasi (baik darat maupun laut), tempat bersinggah (homestay), lokasi unggulan (pulau-pulau) hingga infrastruktur penunjang lainnya mampu ditampilkan kedalam penilaian wisata nasional tersebut.
“Alhamdullilah, sebelum di beri predikat desa wisata pun, Pulau Kelapa masuk kedalam peringkat dua untuk capaian sebagai Asian Heritage yaa tentunya, sertifikat ini jarang di miliki dan di dapati oleh desa – desa wisata,” kata Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Masabi saat ditemui GPriority di Pulau Kelapa, Sabtu (14/10).
Masabi yang juga pemandu wisata di Pulau Kelapa ini merinci soal potensi pulau – pulau yang mengelilingi wilayah Kelurahan Pulau Kelapa. Mulai dari sisi estetika (keindahan pantai), wisata religi hingga kawasan Konservasi yang didapuk menjadi satu – satunya Taman Nasional terletak di Provinsi DKI Jakarta.
Spot wisata yang disebutkan Masabi meliputi, Pulau Dolphin dengan keindahan pasir putihnya, Pulau Panjang dengan wisata religinya dan Pulau Kelapa Dua dengan kawasan konservasi dimana terdapat penangkaran penyu yang menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan.
“Disana ada (Pulau Kelapa Dua) pengelolaan yang tentunya basis mereka juga wisata, sekalipun ada taman Nasional sebagai penunjang suku Kontrol keberlangsungan dari Habituasi tersebut, jadi bisa bilang disana adalah wisata habituasi. Disana ada penangkaran penyu, bermacam aneka mangrove sehingga kita namankan disana aboritum mangrove, ada habituasi Padang Lamun, ini merupakan urutan dari mulai daratan, mangrove, lamun, dan terakhir karang. itu urutan sebagai untuk wisata konservasi terhadap pelancong atau pendatang yang datang ke pulau,” ujarnya.
Di samping itu, Masabi mengakui predikat sebagai 75 Besar ADWI ini tak akan lepas dari peran serta masyarakat yang turut mendukung bagaimana pengelolaan wisata yang baik ini masuk ke taraf internasional. Ia pun mengapresiasi seluruh jajaran mulai dari pelaku UMKM, Ibu-ibu PKK, pengusaha homestay, pemandu wisata terlebih bagi pemerintah setempat.
Dia juga mengimbau bagi para wisatawan untuk turut membantu kelestarian alam di Pulau Kelapa, dengan tidak membuang sampah sembarangan, vandalisme hingga merusak fasilitas umum lainnya.
Selain Pulau Kelapa, juga terdapat wisata unggulan lainnya yang terdapat di Kawasan Kepulauan Seribu seperti Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung dan masih banyak lainnya.
Lebih lanjut, untuk kamu yang mau berkunjung ke Wisata Pulau Kelapa dapat mengunjungi langsung ke dua Pelabuhan yang terletak di Jakarta Utara yakni Pelabuhan kaliadem dan Pelabuhan Marina Ancol.
Adapun jarak menuju ke Desa Wisata berkisar 40 mil atau sekitar 3 Jam menggunakan kapal Tradisional dari Pelabuhan kaliadem, dan berkisar 1,30 menit menggunakan kapal speed boat dari pelabuhan Marina Ancol.
Lantas sudah siapkah kamu menelusuri kawasan wisata di Kepulauan Seribu? tunggu apalagi!
