10 Hari Pencarian, Tim Sar Temukan Jenazah Pelatih Valencia FC

Tim Sar menemukan jenazah korban tenggelamnya kapal motor Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Basarnas Tim Sar menemukan jenazah korban tenggelamnya kapal motor Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Basarnas

Jakarta, GPriority.co.id – Tim SAR gabungan kembali menemukan korban tenggelamnya kapal motor Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban yang ditemukan merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan upaya pencarian dilakukan dengan peralatan khusus di bawah laut.

“Tim SAR gabungan menurunkan sonar serta melakukan penyelaman untuk mencari para korban yang tenggelam,” kata Fathur Rahman dikutip dari Antaranews, Senin (4/1)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengungkapkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat.

“Ya betul. Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol,” ujar Henry.

Ia menjelaskan, korban yang ditemukan diketahui bernama Fernando Martin Carreras, yang disebut sebagai pelatih Valencia FC.

Diberitakan sebelumnya, Kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (25/12). Peristiwa ini menelan korban termasuk pelatih Valencia CF Femenino B, Fernando Martín, bersama tiga anaknya.

Dalam kapal itu terdapat 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat kru kapal.

Dari total penumpang, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya dilaporkan hilang dan menjadi target operasi pencarian Tim SAR gabungan.

Sebelumnya, Tim SAR juga telah menemukan seorang anak berusia 12 tahun dalam kondisi meninggal dunia. Dengan penemuan jenazah WNA Spanyol tersebut, jumlah korban yang berhasil ditemukan kini menjadi dua orang dari total empat korban yang dinyatakan hilang.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap dua korban lainnya masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi terkait di wilayah Labuan Bajo.