Jakarta, GPriority.co.id – Bukan sekadar menghadirkan kegembiraan, berdansa juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan.
Penelitian terbaru yang dilansir dari NY Post menyebut, hobi dansa bisa melindungi anda dari 4 penyakit. Mulai dari risiko demensia, parkinson, radang sendi, hingga depresi atau penyakit yang berhubungan dengan kesehatan mental.
Jika anda penasaran bagaimana hobi dansa dapat menghindarkan tubuh dari empat penyakit tersebut, berikut ini penjelasannya.
Demensia
Kasus penyakit demensia diperkirakan akan bertambah banyak pada tahun 2060. Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit degeneratif yang memengaruhi daya ingat, komunikasi, serta kemampuan untuk memecahkan masalah.
Beberapa kebiasaan hidup kabarnya dapat menurunkan risiko penyakit demensia. Mulai dari mengerjakan teka-teki, mendengarkan musik, hingga membaca buku. Selain itu, berdansa juga ikut berperan.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang berdansa lebih dari sekali seminggu memiliki risiko terkena demensia yang lebih rendah daripada mereka yang berdansa lebih jarang. Bahkan tingkat risikonya 76 persen lebih rendah.
Pasalnya, berdansa atau menari akan menantang otak anda untuk menjaga ritme, menanggapi isyarat pasangan anda, hingga mengingat gerakan-gerakan atau bahkan menciptakan gerakan-gerakan baru.
Penelitian lebih lanjut juga menunjukkan bahwa olahraga, koneksi sosial, keseimbangan, dan kreativitas, secara bersamaan dapat meningkatkan fungsi motorik, kesehatan mental, serta kognisi.
Parkinson
Penyakit parkinson menyebabkan tremor, gerakan lambat, dan depresi. Penyakit ini diperkirakan menyerang 1 juta warga Amerika. Angka tersebut diprediksi meningkat 20 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Meski bukan pengobatan tunggal, terapi parkinson dengan menari atau berdansa terbukti dapat membantu kasus parkinson ringan hingga sedang. Peserta yang terlibat melaporkan adanya peningkatan mobilitas, keseimbangan, dan postur tubuh, serta peningkatan suasana hati dan kepercayaan diri.
Meskipun hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit Parkinson, aktivitas sosial seperti menari dan berdansa atau bahkan bermain ping pong dapat membantu mengelola gejalanya.
Artritis reumatoid
Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun di mana tubuh secara keliru menyerang lapisan persendian, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan kekakuan yang menyakitkan.Meskipun demikian, terlepas dari gejala-gejala ini, olahraga yang berfokus pada tarian dapat mengurangi gejala tersebut dan memberikan kelegaan.
Sebuah studi yang meneliti 43 peserta program latihan aerobik berbasis tari menemukan bahwa rasa sakit dan pembengkakan berkurang secara signifikan. Para peserta juga mencatat peningkatan fungsi tubuh bagian bawah, berkurangnya kelelahan, perubahan suasana hati, dan kesehatan secara umum setelah menyelesaikan aktivitas fisik hingga 30 menit.
Depresi atau kesehatan mental
Beberapa penelitian menemukan bahwa berbagai jenis tarian dapat meningkatkan kesehatan mental orang dewasa dan juga meningkatkan fungsi kognitif.
