3.300 Ton Stok Beras Bulog Gorontalo Bakal Disalurkan hingga Akhir 2025

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menyerahkan secara simbolis bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (6/9). Foto: MC.Gorontalo Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menyerahkan secara simbolis bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (6/9). Foto: MC.Gorontalo

Gorontalo, GPriority.co.id – Stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Gorontalo tercatat mencapai 3.300 ton, yang akan disalurkan secara bertahap hingga Desember 2025. Penyaluran ini merupakan bagian dari program bantuan pemerintah untuk meredam gejolak harga beras di pasaran.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menyerahkan secara simbolis bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (6/9).

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Insya Allah dalam satu-dua minggu ke depan harga beras akan menurun, karena di banyak daerah sedang panen dan gudang-gudang Bulog juga dalam kondisi penuh. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Gusnar.

Bantuan ini merupakan inisiatif Bupati Gorontalo untuk memperluas jangkauan program pangan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama yang belum terakomodir dalam skema bantuan pusat.

Terdapat dua jenis bantuan CPP yang disalurkan, CPP dari Pemerintah Pusat, berupa 20 kg beras per KPM dan CPP dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, berupa 10 kg beras per KPM.

    Bantuan CPP provinsi ini menyasar warga yang belum terdaftar dalam program bantuan pusat, sehingga diharapkan bisa menutup celah kebutuhan pangan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.

    Penyerahan simbolis dilakukan untuk lima desa di wilayah Kabupaten Gorontalo sebagai bagian dari distribusi tahap awal.