3 Wisata Cirebon yang Kaya akan Sejarah

Penulis : Haris | Editor : Lina F. | Foto : dok.pribadi |

Palimanan,GPriority.co.id-Sebagai kota wali, Cirebon dikenal memiliki destinasi wisata yang kaya akan sejarah. Berikut destinasi wisata yang dimaksud:

1. Keraton Kasepuhan
Berbeda dengan Yogyakarta dan Solo, Cirebon memiliki empat keraton yang terdiri dari Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kaprobanan, dan Kacirebonan, yang kini menjadi salah satu tempat wisata paling populer, sekaligus tertua dan terluas di sana.

Keraton Kasepuhan dikelilingi oleh tembok pagar yang terbuat dari bata merah. Melihat bangunannya, saya merasa seperti sedang berada di zaman Kerajaan Majapahit atau Jawa Kuno. Halamannya juga cukup luas, dilengkapi dengan beberapa pendopo bertegel semen. Sayangnya, saya tidak diizinkan masuk ke bangunan utama keraton. Saya hanya bisa mengagumi arsitekturnya yang unik dan masih terawat dengan baik dari luar sembari berfoto-foto.

Selain bangunan utama, Keraton Kesepuhan memiliki Museum Benda Kuno yang memamerkan benda-benda peninggalan kesultanan, seperti rebana peninggalan Sultan Kali Jaga, piring-piring berkaligrafi Arab, gelas-gelas dari zaman VOC, dan aneka peninggalan benda kuno lainnya.

Jika kamu berencana berwisata ke Keraton Kasepuhan, setiap pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp20.000. Siapkan pula uang kecil seikhlasnya untuk sumbangan kebersihan bagi pekerja pembersih museum.

2. Keraton Kacirebonan
Area Keraton Kacirebonan ini tak terlalu luas dibanding Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, namun menurut saya memiliki keunggulan dari sisi akses bagi wisatawan. Keraton ini berada di pinggir jalan raya, sehingga memudahkan siapa saja untuk ke sini.

Setelah membayar uang masuk sebesar Rp15.000, seorang petugas keraton mengantar saya mengunjungi bangunan utama keraton. Bangunan ini memiliki pendopo terbuka yang sangat luas dan disanggah oleh tiang-tiang kayu. Menurut petugas keraton, pendopo ini biasa digunakan raja untuk menyambut tamu. Beberapa meja dan kursi tampak tersusun rapi saling berhadapan. Foto-foto para anggota keraton terdahulu juga terpasang di dinding-dinding bangunan, sehingga kamu bisa dengan mudah mengenali siapa saja mereka.

3. Masjid Merah
Terletak di Panjunan Kabupaten Cirebon, Masjid Merah termasuk salah satu tempat wisata di Cirebon yang cukup populer.

Warna merah bata yang mendominasi masjid inilah yang membuatnya menjadi terkenal dan menarik rasa penasaran saya. Maklum saja, tampilan masjid ini sangat berbeda dengan kebanyakan masjid yang saya temui, karena tidak memiliki kubah dan menara.

Memasuki masjid, ternyata bangunan ini tidak memiliki dinding, sehingga lebih mirip seperti pendopo Jawa. Masjid ini juga tak terlalu luas dan memiliki langit-langit yang rendah dengan hanya ditopang oleh tiang kayu.

Menariknya lagi, tidak ada kaligrafi Arab yang menghiasi masjid ini, kecuali tulisan kalimat syahadat di atas pintu kecil, tepatnya di depan tempat imam masjid. Sebaliknya, piring-piring porselen dengan beraneka ragam motif menjadi penghias dinding, membuat masjid ini semakin terlihat unik.