5 Bulan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Haltim Sambut Tahun Ajaran Baru 2021/2022

Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) sistem terbatas sejak bulan November 2020 kemarin, mulai dari jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Timur, Beny Sutarman saat dihubungi Gpriority, Selasa (13/04/21).

Ia mengatakan bahwa pihaknya pun sudah siap untuk melakukan PTM sistem terbatas tersebut pada tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang.

“Di Haltim saat ini sudah berlangsung proses pembelajaran tatap muka dengan sistem terbatas dimulai dari bulan November 2020. Jadi untuk persiapan tahun ajaran baru kami sudah siap kalau dengan pembelajaran tatap muka sistem terbatas,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan PTM sistem terbatas ini Beni menuturkan bahwa jadwal hadir siswa dilakukan secara shift atau bergantian.

“Misalkan kalau SD, untuk hari senin kelas 1 dan 2 masuk, nanti besok hari selasa kelas 3 dan 4, hari rabu kelas 5 dan 6, hari kamis kembali lagi ke siklus pertama,” tutur Beni.

Adapun untuk syarat melakukan PTM sistem terbatas ini, Beni menekankan untuk menerapkan protokol kesehatan, yaitu di setiap sekolah harus menyiapkan tempat cuci tangan, menggunakan masker, handsanitizer, dan menjaga kebersihan sistem sanitasi di sekolah.

Beni juga mengatakan bahwa sebelum menerapkan PTM sistem terbatas ini, pihaknya sudah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipelajari oleh sekolah.

“Di dalam SOP itu yang pertama sekali adalah sekolah wajib melakukan pertemuan dengan orang tua wali, nanti hasil dari pertemuan itu yang dijadikan dasar pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas, jadi rata-rata orang tua menyetujui untuk dilaksanakan tatap muka terbatas tersebut,” kata Beni.

Menurutnya banyak pihak yang menyambut baik proses PTM sistem terbatas ini. Selain karena kondisi Covid-19 di Haltim sudah lebih membaik, akses ketersediaan internet dan orang tua siswa yang memiliki telepon genggam pun terbatas menjadi salah satu alasan PTM sistem terbatas ini dilakukan.

Beni juga bersyukur bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan laporan terkait adanya klaster Covid-19 di sekolah.

Ia berharap semoga kedepannya PTM sistem terbatas ini dapat dipertahankan. Bahkan jika kondisi di Haltim sudah aman dari virus pihaknya akan segera mempersiapkan pembelajaran tatap muka secara full

“Kalau misalkan kondisinya semakin bagus kami akan melakukan evaluasi kesiapan sekolah untuk tatap muka full,” tutupnya.(Dwi)

Related posts