Jepang, GPriority.co.id – Overthinking menjadi masalah yang semakin sering dialami banyak orang di era serba cepat.
Terlalu lama memikirkan kesalahan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan dapat memicu stres, kecemasan, hingga menurunkan produktivitas.
Menariknya, orang Jepang memiliki sejumlah filosofi hidup yang dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan berpikir berlebihan dan menjalani hidup dengan lebih tenang.
Dilansir dari NY Post, berikut ini 5 teknik ala orang Jepang untuk berhenti overthinking.
1. Shinrin-yoku (Mandi Hutan)
Dengan teknik ini, tak perlu olahraga berat yang menyiksa. Cukup healing tipis-tipis sambil jalan santai di taman atau hutan kota, lalu aktifkan mindfulness mode lewat lima indra.
Secara ilmiah, teknik ini terbukti ampuh untuk menurunkan hormon kortisol atau hormon stres, sekaligus menghentikan kebiasaan overthinking agar bisa kembali fokus pada hal-hal yang akan datang.
2. Shoganai (Menerima Apa yang Tidak Bisa Diubah)
Overthinking kerap kali muncul saat kita terlalu mengontrol hal-hal yang di luar kendali seperti menyesali masa lalu atau cemas akan masa depan. Lewat teknik ini, kita cukup bilang “Shoganai” “atau apa yang telah terjadi, terjadilah” kepada diri sendiri.
Setelah mengamalkan kata sederhana tersebut, efeknya dapat membuat kita melepaskan semua beban emosional dari hal-hal yang tidak bisa kita ubah, lalu mengubah fokus kita pada apa yang bisa dilakukan di masa sekarang.
3. Wabi-sabi (Merayakan Ketidaksempurnaan)
Wabi-sabi mengajak kita untuk sadar jika hidup kita, diri kita, dan kondisi kita saat ini tidak perlu sempurna. Tidak apa-apa ketika kita mengakui kekurangan yang ada pada diri kita.
Lewat teknik ini, tingkat anxiety karena terlalu berekspektasi tinggi hingga menyiksa diri pun perlahan menurun. Lagi-lagi yang perlu disadari ialah tidak perlu menjadi sempurna.
4. Zazen (Meditasi Duduk Zen)
Anda cukup duduk tegak, fokus bernapas, dan lepaskan segala pikiran yang hanya lewat begitu saja. Tidak perlu membuat beragam skenario yang belum tentu terjadi.
Teknik ini melatih otak kita untuk menjadi pengamat pikiran, bukan malah menjadi korban dari skenario di pikiran kita sendiri. Perlahan anda akan sadar jika skenario di kepala kita hanya sekedar pikiran bukan fakta.
5. Kintsugi (Memperbaiki yang Retak dengan ‘Emas’)
Ketika anda sedang overthinking parah karena merasa gagal, anda bisa mengingat konsep ini. Lewat teknik ini, mindset kita akan berubah dan memahami bahwa semua luka, trauma, atau blunder di masa lalu justru membuat kita menjadi pribadi yang lebih unik dan kuat. Hal ini juga bukanlah aib yang harus disesali terus-menerus, justru dapat membuat kita mencapai level character development.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa teknik-teknik tersebut bukan solusi instan. Mengurangi overthinking membutuhkan latihan dan konsistensi. Jika pikiran berlebihan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, atau kesehatan mental secara signifikan, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional merupakan langkah yang tepat.
Pada akhirnya, pelajaran dari filosofi hidup Jepang menunjukkan bahwa ketenangan bukan berasal dari mengendalikan semua hal, melainkan dari kemampuan menerima kenyataan, fokus pada apa yang bisa dilakukan, dan menghargai setiap momen yang sedang dijalani.
