7 Tempat Wisata dengan Medan Terberat di Indonesia

Jakarta,Gpriority-Sebagai manusia pastinya mengalami masa-masa jenuh, entah merasa penat dengan pekerjaan, atau mungkin suasana rumah yang membosankan. Untuk membangkitkan rasa semangat, biasanya setiap orang melakukan refreshing salah satunya dengan berwisata. Bisa ketempat-tempat yang mudah untuk dikunjungi, atau bahkan ketempat yang susah untuk dilewati.

Sebagian orang mungkin tidak masalah dengan medan yang berat, asalkan semua itu bisa terbayarkan dengan pemandangan yang indah. Berikut adalah bebetapa tempat wisata di Indonesia dengan medan terberat.

1. Danau Kembar Pegunungan Arfak

Danau kembar yang berada di atas pegunungan Arfak, Papua Barat, memiliki dua jenis kelamin, yaitu danau Anggi Gida untuk perempuan, Anggie Giji untuk laki-laki. Perjalannya pun cukup sulit untuk dijangkau, sepasang danau ini terletak sekitar 100 km dari kota Manokwari, dengan jarak tempuh 4-5 jam menggunakan mobil dobel gardan.

Meski disebut sebagai danau kembar, kedua danau tersebut sebenarnya memiliki ketinggian yang berbeda. Danau Anggi Giji berada di ketinggian 1.800 mdpl, dengan warna air yang hitam pekat. Pesisir pantainya pun berwarna coklat dengan danau yang berisi lumpur. Sebaliknya danau Gida memiliki ketinggian 1.750 mdpl, dengan warna air yang cantik berwarna kebiruan dan dihiasi pasir yang berwarna putih. 

2. Gunung Leuser Aceh

Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser berada di Provinsi Aceh,  dengan ketinggian 3404 mdpl. Kawasan yang dikenal sebagai paru-paru dunia ini cukup sulit untuk dilalui. Medannya yang berbeda jauh dengan jalur pendakian yang ada di Indonesia, dengan track yang terjal membuat para pendaki harus menempuh waktu 16 hari untuk naik dan turun. Ada dua pilihan jalur ke gunung Leuser, yaitu dari arah utara ada desa Kedah dan jalur selatan.

Walaupun menempuh medan yang berat, namun rasa lelah para pendaki terbayarkan dengan nuansa alam yang mengagumkan di gunung Leuseur. Disamping itu kita juga bisa menyaksikan kehidupan berbagai macam satwa dan fauna langka yang hampir punah, seperti kucing hutan, orang utan, harimau Sumatera, badak Sumatera, gajah Sumatera, dan masih banyak lagi.

3. Carstensz Pyramid Papua

Carrstensz pyramid atau puncak Jayawijaya terletak di Papua Barat, merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu dari 7 gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Puncak Jayawjaya ini juga merupakan puncak tertinggi mewakili lempeng benua Australia-Oceania. Perjalan yang harus ditempuh selama pendakian memakan waktu sekitar 2 minggu, hal itu tentu bukan lah hal yang mudah, dengan medan yang berat pendaki harus memiliki stamina yang kuat. Tantangan pun akan semakin terasa ketika hujan salju dan es. Selain menyiapkan fisik yang kuat, untuk berwisata ketempat ini juga harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit, untuk sampai ke puncak mengeluarkan biaya sekitar Rp. 24 juta.

4. Goa Jomblang Yogyakarta

Objek Wisata dengan medan terberat selanjutnya adalah Goa Jomblang, berada di kawasan Gunung Kidul Yogyakarta. Untuk menelusuri goa ini, wisatawan harus memiliki fisik yang prima dan kuat. Yaitu memiliki standar seperti mengelilingi lapangan bola dua kali dengan berjalan kaki. Untuk turun ke dalam goa biasanya para penelusur goa akan turun dengan sistem hauling, yaitu wisatawan akan diangkut menggunakan tali dan diturunkan menggunakan tali. Dengan kedalaman 80 meter, wisatawan dapat turun dan menelusuri goa, melihat pertumbuhan hutan purba, ornamen goa, memasuki lorong yang panjangnya 300 meter samapi Goa Grubuk dan melihat cahaya matahari yang masuk ke dalam terowongan goa.

5. Danau Kaco Jambi

Danau Kaco terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi. Perjalan darat untuk sampai ke danau Kaco ini membutuhkan waktu selama 10 jam, dan empat jam berjalan menyusuri hutan sepanjang 500 km di antara danau dan kota. Danau Kaco ini sesuai namanya yang berarti kaca, seperti di negeri dongeng, pada malam hari airnya berwarna biru yang sangat mempesona karena permukaan airnya memantulkan sinar bulan seperti cermin. Danau ini juga terkenal mistis, dasar danau ini tidak bisa terlihat,  dan setiap ada seseorang yang berenang untuk melihat dasarnya, hingga saat ini keberadaanya tidak diketahui.

6. Pulau Breueh Aceh       

Pulau Breueh merupakan pulau terpencil di sebelah barat laut pulau Sumatera dengan pemandangan alam yang sangat indah. Karena tempatnya terpencil dan jauh dari pusat kota, membuat akses untuk menuju ke pulau itu lumayan sulit. Karena tidak ada kapal feri atau perahu yang terorganisir disana, maka untuk bisa sampai kesana harus menemukan seorang nelayan, dengan menempuh perjalan laut selama dua jam. Ini menjadikan sensasi petualangan yang sesungguhnya, karena tanpa menggunakan pelampung, dan fasilitas yang memadai, menembus ombak dan angit laut yang memacu adrenalin.

7. Pulau Siroktabe Nias

Pulau Siroktabe merupakan pulau tak berpenghuni yang berada dikepulauan Nias, Sumatera Utara. Tempat ini sangat jauh dari perkotaan, nelayan juga jarang ditemui karena pedesaan nelayan yang jauh berjarak 15 km dari pulau. Berkunjung ke pulau ini wisatawan harus siap dengan ujian bertahan hidup di alam yang bebas tanpa fasilitas seperti listrik, penginapan, dan toilet. Untuk makanan pun harus mencari senderi dengan cara berburu. Walaupun begitu dapat dipastikan pulau Siroktabe aman dari hewan buas. Pulau ini merupakan salah satu dari empat pulau dengan gugusan terkecil, dengan luas yang tidak lebih dari lapangan bola. Pulau ini dikelola oleh orang asing dengan konsep survitraveling. Keberadaan pulau ini juga tidak ada di google maps.(dwi)

Related posts