Virus Corona Ubah Budaya Salaman di Dunia

Jakarta,Gpriority-Salaman atau berjabat tangan merupakan sebuah bentuk hubungan sosial dan tradisi penyambutan yang bersifat universal.

Bentuk komunikasi non-verbal ini umumnya dilakukan oleh seseorang saat pertama kali bertemu, dengan cara memegang tangan satu sama lain. Jabat tangan mengandung pesan yang bermakna. Ketika bertemu dengan orang baru, melakukan salaman selama beberapa detik akan menimbulkan kesan yang baik.

Namun akibat adanya virus corona yang menjalar ke berbagai negara, membuat masyarakat lebih berhati-hati dan waspada dalam berkomunikasi, termasuk berjabat tangan. Kontak fisik selain berjabat tangan, seperti salam kecupan di pipi dan pelukan juga mulai dihindari seiring merebaknya virus corona di dunia. Berberapa negara pun mulai mengubah budaya tersebut dengan caranya masing-masing.

China
Seperti halnya di China, negara pertama yang terkena virus corona menyarankan kepada masyarakatnya untuk tidak berjabat tangan dan sering mencuci tangan dengan air dan sabun. Mengganti salaman dengan gesture tradisional gong shou yaitu tangan tekepal ditelapak tangan lainnya terbuka. Alat pengeras suara pun sering ditemui, hal itu berguna untuk memberikan informasi terkait pencegahan virus Covid-19.

Iran
Iran merupakan negara dengan kasus kematian terbesar akibat virus corona. Bahkan wakil menteri kesehatan sekaligus satuan tugas anti virus, Iraj Harirchi terinfeksi virus corona disusul wakil presiden Iran, Masoumeh Ebtekar. Negara ini juga mengubah salam dengan cara mengetuk kaki satu sama lain.

Brasil
Kementerian Brasil merekomendasikan warganya agar tidak menggunakan sedotan logam untuk minuman, terutama bagi mereka yang sering bertukar sedotan minuman.

Prancis
Di negara Prancis walaupun berjabat tangan baru ada pada abad pertengahan dan tidak begitu familiar, masyarakat disana juga dihimbau untuk menggati salaman dengan isyarat tangan dan menatap mata seseorang.

Jerman
Beberapa waktu yang lalu, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer menghebohkan media karena menolak Kanselir Angela Markel untuk bersalaman dengannya. Horst mengganti jabat tangannya denga cara tersenyum dan memberikan salam namaste.

Rumania
Pada Festival Martisor di Rumania yang membagikan tali dan bunga talismanic, seringkali pria membagikan bunga itu kepada wanita. Pemerintah telah menyampaikan kepada orang-orang yang berada di ferstival untuk menyerahkan bunga dan jimat tanpa ciuman dan kontak fisik lainnya.

Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab juga merekomendasikan warganya untuk mengganti sapaan tradisional sentuhan hidung dan salaman dengan lambaian tangan.

Australia
Australia dengan cara saling sapa dan menepuk punggung sudah cukup untuk menggantikan jabat tangan. Wabah ini memang bisa menyerang siapa saja, Oleh karena itu banyak orang yang memilih untuk meminimalisir kontak fisik dengan siapa saja.

Inggris
Setelah penyakit yang menyerang tim atlit cricket di Afrika Selatan, menyadarkan salah satu pemainya, Joe Root, betapa pentingnya menjaga kontak fisik. Atlit cricket asal inggris mengubah gaya salamnya dengan cara first bump atau bersalaman dengan saling meninjukan kepalan tangan.

Spanyol
Tradisi negara Spanyol seperti mencium patung Maria dan orang-orang kudus saat malam paskah. Saat ini dilarang oleh pemerintahnya untuk melarang ritual tersebut.

Selandia Baru
Selandia Baru terkenal dengan salam maori yang dikenal sebagai hongi merupakan salam yang dilakukan dengan cara menempelkan kening. Beberapa lembaga Pendidikan disana menghimbau untuk sementara waktu tidak melakukan salam tersebut.

Polandia
Polandia mayoritas penduduknya beragama katolik, mengimbau masyarakatnya dalam melaksanakan ibadah digereja. Biasanya ketika masuk dan keluar gereja, mereka diminta untuk mencelupkan tangan ke dalam air suci, sebagai gantinya, mereka membuat tanda salib.(Dwi)

Related posts