Jakarta, GPriority.co.id – OpenAI resmi merilis fitur ChatGPT baru di AS, bernama ChatGPT Health. Fitur tersebut dapat membantu meninjau rekam medis penggunanya.
Dilansir dari laporan BBC pada Sabtu (10/1), OpenAI menyatakan bahwa segala macam percakapan di ChatGPT Health akan disimpan secara terpisah dari obrolan lain. Mereka juga menyebut, fitur ini tidak dimaksudkan sebagai diagnosis atau pengobatan.
“ChatGPT Health dibangun di atas privasi, keamanan, dan kontrol data yang kuat di seluruh ChatGPT dengan perlindungan berlapis tambahan yang dirancang khusus untuk kesehatan,” ungkap OpenAI di laman resminya.
“Fitur ini tidak ditujukan untuk diagnosis atau pengobatan. Sebaliknya, fitur ini membantu anda menavigasi pertanyaan sehari-hari dan memahami pola dari waktu ke waktu, bukan hanya saat sakit, sehingga anda dapat lebih terinformasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Meski diklaim privasi penggunanya tetap terjaga, para aktivis di AS tetap memperingatkan kemungkinan kebocoran data medis yang terjadi.
Andrew Crawford, dari organisasi nirlaba AS Center for Democracy and Technology, mengatakan bahwa sangat penting untuk menjaga pengamanan yang ketat seputar informasi kesehatan pengguna.
“Alat kesehatan berbasis AI baru menawarkan janji untuk memberdayakan pasien dan meningkatkan hasil kesehatan yang lebih baik, tetapi data kesehatan adalah salah satu informasi paling sensitif yang dapat dibagikan orang dan harus dilindungi,” kata Crawford dikutip dari BBC.
Menurut data OpenAI, lebih dari 230 juta orang mengajukan pertanyaan kepada chatbot mereka tentang kesehatan setiap minggunya.
Melalui fitur ChatGPT Health, penggunanya juga dapat berbagi data dari aplikasi seperti Apple Health, Peloton, dan MyFitnessPal, serta memberikan catatan medis yang dapat digunakan untuk memberikan respons yang lebih relevan terhadap pertanyaan kesehatan mereka.
Sekali lagi OpenAI menyatakan, fitur kesehatannya dirancang untuk “mendukung, bukan menggantikan perawatan medis.”
