Jakarta, GPriority.co.id – WhatsApp resmi memperkenalkan fitur username yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon kepada orang lain.
Pembaruan ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah aplikasi pesan instan milik Meta tersebut karena selama ini identitas pengguna selalu bergantung pada nomor ponsel.
Fitur baru itu mulai memasuki tahap reservasi username dan akan diluncurkan secara bertahap kepada pengguna di seluruh dunia dalam beberapa bulan mendatang.
Melalui fitur ini, pengguna dapat memilih nama pengguna (username) unik sebagai identitas ketika berinteraksi dengan orang yang belum tersimpan di daftar kontak. Dengan demikian, nomor telepon tetap tersembunyi sehingga privasi pengguna menjadi lebih terjaga.
Dilansir dari laporan The Verge, Wakil Presiden Produk WhatsApp, Alice Newton-Rex, mengatakan fitur tersebut dirancang untuk memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengguna atas informasi pribadi mereka.
“Username bersifat opsional dan dapat diubah. Fitur ini memberi pengguna kendali lebih besar terhadap bagaimana mereka terlihat dan dihubungi orang lain,” ujar Newton-Rex.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama pembaruan ini adalah meningkatkan perlindungan privasi tanpa mengubah pengalaman berkirim pesan yang selama ini menjadi ciri khas WhatsApp.
WhatsApp juga menjelaskan bahwa pengguna dapat mulai memesan username melalui menu Settings (Pengaturan) > Account (Akun) > Username setelah fitur tersedia di akun masing-masing.
Selain membuat username baru, pengguna juga dapat menggunakan nama yang sama dengan akun Facebook atau Instagram apabila masih tersedia.
Untuk menghindari penyalahgunaan identitas, WhatsApp telah menyiapkan sistem perlindungan tambahan. Username milik tokoh publik, selebritas, maupun pejabat akan dicadangkan agar tidak dapat diklaim pihak lain.
Selain itu, WhatsApp tidak menyediakan direktori publik untuk mencari username sehingga seseorang hanya dapat menghubungi pengguna jika mengetahui username yang benar.
Menurut laporan WIRED, WhatsApp juga menghadirkan fitur “username key”, yaitu kode keamanan opsional yang dapat ditambahkan pengguna.
Dengan fitur tersebut, orang lain tidak bisa langsung mengirim pesan hanya dengan mengetahui username, melainkan juga memerlukan kode tambahan yang diberikan pemilik akun. Langkah ini dinilai mampu memperkuat perlindungan terhadap spam maupun kontak yang tidak diinginkan.
Meta menyebut proses reservasi username dilakukan lebih awal agar tidak terjadi duplikasi pada lebih dari 3 miliar pengguna WhatsApp di seluruh dunia. Meski demikian, penggunaan username tidak bersifat wajib. Pengguna tetap dapat memakai sistem berbasis nomor telepon seperti sebelumnya dan bebas mengganti atau menonaktifkan username kapan saja.
Dengan hadirnya fitur username, WhatsApp mengikuti jejak sejumlah aplikasi perpesanan modern yang lebih mengutamakan privasi. Inovasi ini diharapkan membuat pengguna lebih aman saat bergabung ke grup, berinteraksi dengan orang baru, maupun menjalankan aktivitas bisnis tanpa harus mengungkapkan nomor telepon pribadi.
