Kronologi Penembakan Massal di New South Wales Australia, 3 Orang Tewas

Penembakan massal kembali terjadi di New South Wales, Australia, setelah beberapa waktu lalu terjadi di Pantai Bondi/Foto : Dok. AP File Penembakan massal kembali terjadi di New South Wales, Australia, setelah beberapa waktu lalu terjadi di Pantai Bondi/Foto : Dok. AP File

Australia, GPriority.co.id – Setelah dunia diguncang dengan tragedi penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Australia, beberapa waktu lalu, kini hal serupa terjadi di New South Wales.

Sebagaimana dilansir dari laporan Reuters, 3 orang tewas tertembak pada Kamis (22/1) dalam insiden penembakan massal tersebut. Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa pelaku penembakan masih buron.

Diduga, penembakan tersebut merupakan insiden kekerasan dalam rumah tangga. 1 orang terluka dalam insiden tersebut, dan lainnya telah dibawa ke rumah sakit. Laporan juga menyebut, pelaku penembakan melarikan diri dari tempat kejadian dengan kendaraan milik dewan lokal.

Reuters melaporkan bahwa polisi mengatakan operasi sedang berlangsung di kota Lake Cargelligo, sekitar 611 kilometer (379 mil) sebelah barat Sydney, dan mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah.

Layanan darurat dipanggil ke lokasi kejadian. Asisten Komisaris Andrew Holland, Komandan Wilayah Barat, mengatakan dalam konferensi pers bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 16.20, dengan polisi dipanggil karena adanya tembakan di dalam sebuah kendaraan.

Insiden ini terjadi meskipun New South Wales telah memberlakukan undang-undang yang membatasi kepemilikan senjata api oleh individu hingga maksimal empat buah dan mewajibkan pemegang izin untuk mempertahankan keanggotaan klub senjata api, lapor Reuters.

Sebelumnya, penembakan massal juga terjadi di Pantai Bondi, Australia. Seorang ayah dan anak membunuh 15 orang dalam penembakan massal di sebuah festival Yahudi di Pantai Bondi, Australia, pada tanggal 1 Desember. Lebih dari 40 orang terluka dalam insiden tersebut.

Dua pelaku penembakan, Sajid Akram dan Naveed Akram, bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sajid ditembak mati oleh polisi di tempat kejadian, sementara putra Sajid ditangkap oleh polisi.

Insiden tersebut dinyatakan sebagai tindakan terorisme dan Naveed didakwa dengan 59 pelanggaran, termasuk 15 tuduhan pembunuhan dan melakukan tindakan terorisme. Perlu dicatat, Australia memperingati Hari Berkabung Nasional untuk para korban serangan teroris Pantai Bondi pada tanggal 22 Januari.