DPR Sahkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Jakarta, Gpriority.co.id – DPR RI melalui Rapat Paripurna Komisi XI pada Selasa (27/1) secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031. Pengangkatan ini menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026, juga setelah bersaing ketat dengan Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro dalam proses seleksi.

Proses fit and proper test Thomas sendiri berlangsung di Komisi XI DPR pada Senin (26/1) pukul 16.00-17.00 WIB. Thomas, yang akrab disapa Tommy, mempresentasikan strategi “GERAK” – singkatan dari likuiditas kompetitif, sinergi fiskal-moneter, dan dorongan kredit UMKM – untuk menjaga stabilitas rupiah serta inflasi. Ia dibanjiri pertanyaan legislator soal independensi BI, pengalaman di bidang moneter, serta hubungan keluarga sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto. Thomas menegaskan komitmennya mematuhi UU dan mempertahankan independensi lembaga.

Ketua Komisi XI M. Misbakhun memuji proses musyawarah mufakat yang melibatkan semua fraksi. “Thomas adalah figur kompromi lintas politik yang memenuhi kriteria. Kritik nepotisme hanyalah dinamika politik biasa; yang terpenting kompetensinya,” tegas Misbakhun. Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta publik memberi ruang kepada Thomas untuk bekerja, menilai kinerja dari hasil nyata, bukan spekulasi jangka pendek.

Lahir di Jakarta, 7 Mei 1972, Thomas anak pertama Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Ia lulus Sarjana Sejarah dari Haverford College AS (1994) dan Master Hubungan Internasional dari Johns Hopkins University (2003). Karier dimulai sebagai wartawan Tempo, analis keuangan di Hong Kong, hingga Deputy CEO Arsari Group. Aktif di Gerindra sejak 2014, ia dilantik Wamenkeu II pada 2024 di bawah Sri Mulyani, fokus fiskal dan UMKM.

Pencalonan Thomas sempat kontroversial karena latar belakang politik dan kedekatan keluarga dengan Presiden Prabowo, memicu kekhawatiran independensi BI dari eksekutif. Namun, ia lulus uji kepatutan dengan visi pengelolaan likuiditas untuk transmisi suku bunga efektif ke sektor riil. Pengamat ekonomi tetap pantau sinergi fiskal-moneter di tengah ketidakpastian global.

Thomas, berjanji prioritaskan stabilitas ekonomi berkelanjutan. “BI harus independen, tapi sinergi dengan fiskal tetap krusial,” tuturnya. Pengangkatan ini jadi bagian modernisasi kepemimpinan BI pasca-Juda Agung.

Foto : DPR RI