Jakarta, GPriority.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Papua Barat terus memperkuat pemanfaatan pangan lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mendorong ekonomi kerakyatan dan mendukung petani serta pelaku usaha lokal.
Koordinator BGN Regional Papua Barat, Erika Vionita Werinussa, mengatakan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua Barat secara konsisten menyajikan pangan lokal sebagai bagian dari menu MBG, selain menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Seluruh SPPG di Papua Barat rutin menyediakan pangan lokal sebulan sekali, seperti ubi-ubian dan pisang yang dibeli langsung dari pedagang maupun petani Papua. Ini bentuk dukungan terhadap potensi pangan lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” kata Erika di Manokwakri, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, jenis pangan lokal yang disajikan meliputi petatas rebus, keladi, serta kasbi yang diolah sebagai makanan pengganti nasi. Pada tahap awal, pangan lokal disajikan setiap minggu, namun kebijakan tersebut kemudian disesuaikan menjadi satu kali dalam sebulan.
“Awalnya, pangan lokal disajikan seminggu sekali, namun karena respons peserta didik belum optimal, penyajiannya disesuaikan menjadi satu kali dalam sebulan,” ujarnya.
Menurut Erika, kebijakan pemanfaatan pangan lokal merupakan arahan langsung dari BGN Pusat. Sejak 8 Januari 2026, seluruh provinsi di Indonesia diwajibkan menerapkan penggunaan pangan lokal dalam program MBG. Namun demikian, Papua Barat telah lebih dahulu menjalankan kebijakan tersebut sejak Juli 2025.
Selain pangan lokal, BGN Papua Barat juga melibatkan UMKM dalam penyediaan makanan pendamping MBG. Sedikitnya sembilan kelompok UMKM dilibatkan untuk menyediakan makanan kering seperti roti.
“Kalau di Kabupaten Manokwari sendiri setidaknya sudah ada sembilan UMKM yang rutin menyediakan MBG, mereka dimodali oleh Anggota DPR RI Obet Rumbruren,” kata Erika.
Saat ini, jumlah penerima manfaat program MBG di Papua Barat mencapai 94.743 orang, yang terdiri atas peserta didik serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Khusus Kabupaten Manokwari, penerima manfaat tercatat sebanyak 53.127 orang.
Pelaksanaan MBG di Manokwari dilayani oleh 22 SPPG, menjadikannya sebagai kabupaten dengan jumlah SPPG terbanyak di Papua Barat. Secara keseluruhan, terdapat 43 dapur SPPG yang tersebar di enam kabupaten, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.
