Gubernur Kaltara Gercep Sinkronisasi Program Prioritas Presiden: Bukan Lagi Berlari, Tapi Berlari Kencang

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2). Foto: GPriority/Rizki Dimuharam Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2). Foto: GPriority/Rizki Dimuharam

Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bergerak cepat menyinkronkan dan mengimplementasikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di daerah.

Hal tersebut disampaikan Zainal usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan agar seluruh program yang diinisiasi pemerintah pusat berjalan sesuai koridor kebijakan. Fokus utama diarahkan pada program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), penguatan ketahanan pangan, hingga pemerataan pendidikan.

Zainal menilai arahan Presiden menjadi motivasi besar bagi seluruh kepala daerah agar meningkatkan kecepatan dan efektivitas kerja dalam melaksanakan kebijakan pusat.

“Arahan Bapak Presiden tadi dari pagi sampai sore hari ini sangat luar biasa memberi kami motivasi untuk bergerak, untuk bukan lagi berlari tapi berlari dengan kencang dan diharapkan semua kepala daerah harus bisa melaksanakan apa yang sudah menjadi kebijaksanaan pemimpinan pusat,” ujar Zainal.

Kepada GPriority, Zainal juga menyoroti kondisi ketahanan pangan di Kalimantan Utara yang dinilainya telah menunjukkan perkembangan positif.

Namun demikian, ia menegaskan perlunya langkah lanjutan melalui penambahan lahan pertanian, khususnya pembukaan kawasan sawah baru, guna meningkatkan produksi beras di wilayah perbatasan tersebut.

“Ketahanan panggang kita sudah juga bergerak semua, hanya memang kita perlu untuk menambah lahan baru, menambah kawasan sawah yang baru untuk bisa meningkatkan produksi beras di Kalimantan Utara,” katanya.

Lebih lanjut, Zainal mengaku optimistis Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan nasional. Hal ini didukung oleh kondisi stok beras nasional yang saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

“Karena secara rasional ketahanan panggang sudah sangat baik dan dalam sejarah Indonesia baru kali ini di stok beras Indonesia sangat luar biasa, 3 juta ton, sehingga kita untuk masalah beras sudah tidak ada masalah,” ucapnya.

Meski demikian, Zainal mengingatkan bahwa Presiden juga memberikan penekanan tegas terkait pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan keuangan negara dalam mendukung program prioritas nasional.

“Yang ke depan tentunya dalam hal masalah, tadi beliau nyampaikan masalah penggunaan anggaran, jangan bermain-main dengan masalah anggaran, jangan backup harga kalau ketahuan tidak ada ampun bagi para yang melakukan pelagaran itu,” tegas Zainal.