Jejak Sejarah Kerajaan Ternate dan Perkembangan Islamnya

Pulau Ternate/Foto Tangkapan Layar YouTube Kota Ternate

Ternate, GPriority.co.id – Kerajaan Ternate adalah salah satu kerajaan Islam yang berada di Provinsi Maluku Utara.

Menurut buku Ensiklopedi Kerajaan-Kerajaan Nusantara: Hikayat dan Sejarah karya Ivan Taniputera, Kerajaan Ternate bermula dari pelarian penduduk Halmahera sekitar tahun 1250 atau pertengahan abad ke-13. Saat itu, Halmahera berada di bawah kekuasaan Kerajaan Jailolo.

Sebagian warga yang melarikan diri tiba di Pulau Ternate dan tinggal di sekitar Gunung Gamalama. Mereka membentuk permukiman bernama Tobona, yang menjadi kampung tertua orang Halmahera di Ternate.

Seorang pemimpin bergelar momole bernama Guna diangkat sebagai kepala kelompok tersebut. Setelah itu, muncul dua permukiman lain di dekat pantai, yaitu Foramadiahi yang dipimpin Momole Matiti dan Sampala yang dipimpin Ciko (Siko).

Raja pertama Ternate adalah Momole Ciko yang bergelar Baab Mashur Malamo.

Islam mulai masuk ke Ternate sekitar abad ke-14. Dalam buku Ensiklopedia Kesultanan di Nusantaraterbitan Kementerian Agama dijelaskan bahwa penyebaran Islam semakin berkembang setelah bangsawan Ternate belajar ke Jawa.

Raja Ciko, putranya Gopi Baguna, dan Zainul Abidin (memerintah sekitar 1486–1500) belajar di Pesantren Giri Kedaton yang dipimpin oleh Sunan Giri. Mereka mempelajari ajaran Islam seperti akidah, tauhid, dan tasawuf.

Setelah kembali ke Ternate, mereka menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Sejak saat itu, Islam semakin berkembang dan akhirnya dianut secara luas.

Sumber lain menyebutkan, perkembangan Islam makin pesat pada masa pemerintahan Gapi Baguna II (1432–1465). Bahkan, Raja Marhum (1466–1486) tercatat sebagai raja Ternate pertama yang memeluk Islam. Hal ini diketahui dari proses pemakamannya yang dilakukan sesuai ajaran Islam.