Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa kontribusi finansial dari 153 pasar di Jakarta mencapai Rp150 triliun per tahun.
Kontribusi tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari pendapatan penjualan, retribusi, hingga pajak.
“Di pasar sekarang ini, secara ekonomi mungkin di Jakarta termasuk yang lebih dari 150 triliun pertahunnya transaksi di pasar. Di Jakarta itu ada 153 pasar. Ada kurang lebih 286 ribu UMKM kita. Sehingga dengan demikian, inilah yang menjadi kekuatan utama Jakarta saat ini,” kata Pramono dalam Focus Group Discussion (FDG) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Pasar as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development di Balai Kota, Senin (23/2).
Karena itu, ia berharap pasar di Jakarta bukan hanya sekadar menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga ruang budaya, ruang publik, hingga destinasi wisata.
“Saya sebagai gubernur berharap bahwa di pasar orang bukan hanya transaksi ekonomi tetapi pasar sudah akan menjadi kegiatan budaya, sosial, ekonomi, kemudian juga wisata dan banyak aspek lainnya yang harus diperbaiki supaya itu bisa tercapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini sudah banyak pasar di Jakarta yang dapat dinikmati wisatawan mancanegara, seperti kawasan Glodok Pecinan, Pasar Baru, Blok M, dan Pasar Santa.
Meski demikian, ia menegaskan perlunya perbaikan infrastruktur, baik fisik maupun sistem pembayaran melalui digitalisasi. Selain itu, aspek keamanan juga harus ditingkatkan, termasuk menghilangkan praktik premanisme dalam pengelolaan parkir.
“Dengan memikian harapan itu tentunya akan bisa terwujud kalau dilakukan koordinasi secara baik,” pungkas dia.
