Perdana, Pidato Kenegaraan Trump di Tahun 2026 Tak Menyebut China

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada masa jabatan keduanya di hadapan sidang gabungan Kongres di Ruang DPR Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, DC, pada Selasa (24/2)/Foto: Dok. AFP Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada masa jabatan keduanya di hadapan sidang gabungan Kongres di Ruang DPR Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, DC, pada Selasa (24/2)/Foto: Dok. AFP

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Untuk pertama kalinya sejak tahun 2025, pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump tidak menyebut China.

Pada Selasa (24/2) lalu, Trump menyampaikan pidato tahunan di Kongres, dan menjadi pidato terpanjang yang pernah disampaikan dalam sejarah modern.

Dilansir dari Reuters, pidato kenegaraan Trump tersebut berlangsung lebih dari dua jam di Gedung Capitol AS. Dalam pidatonya, Trump membahas isu-isu domestik dan perekonomian AS yang disebutnya, “Lebih besar, lebih baik, lebih kaya, dan lebih kuat daripada sebelumnya.”

Tetapi, pidato tersebut tidak menyoroti China yang telah disebutkan dalam banyak pidato tahunan presiden yang disampaikan Kongres oleh mantan Presiden Joe Biden, Barack Obama, serta George W. Bush. Bahkan Trump pun sempat menyebut pada masa awal jabatannya.

Terakhir kali seorang Presiden tidak menyebut China dalam pidatonya di hadapan Kongres adalah pada tahun 2005 ketika Bush menjabat sebagai presiden. Namun, pidato di hari Selasa tersebut memang menyertakan referensi singkat tentang ekonomi terbesar kedua di dunia. Saat membahas operasi Venezuela dan menghormati pilot helikopter Angkatan Darat Eric Slover, Trump menyebutkan bahwa teknologi militer China digunakan oleh Nicolas Maduro untuk memperkuat kompleks kediamannya.

“Eric mengemudikan helikopter Chinook di bawah kegelapan malam dan dengan cepat mendarat di benteng militer Maduro yang dijaga ketat. Ini adalah instalasi militer utama yang dilindungi oleh ribuan tentara dan dijaga oleh teknologi militer Rusia dan Tiongkok,” kata Trump.

Trump anggap pengabaian terhadap China itu penting?

Trump mengatakan bahwa negara itu sedang dalam krisis, dengan ekonomi yang stagnan, inflasi tinggi, dan kejahatan yang merajalela, dengan perang dan kekacauan di seluruh dunia. Namun hanya dalam satu tahun, Trump mengatakan bahwa AS telah memasuki “zaman keemasan”. Akan tetapi, keheningan itu terjadi setelah tahun yang penuh gejolak akibat perang dagang dengan Trump memberlakukan tarif setinggi 145 persen.

Kini, pengabaian AS terhadap China mencerminkan kehati-hatian dari salah satu Presiden yang paling “ceroboh” dalam sejarah AS. Ini adalah penerimaan diam-diam terhadap kekuatan ekonomi China yang semakin meningkat.

Namun, Gabriel Wildau, Direktur Pelaksana Teneo, menyebut Trump tidak ingin mencari masalah dengan China, karena ia dijadwalkan mengunjungi Beijing pada bulan April mendatang.

“Trump tidak ingin mencari masalah dengan Tiongkok di tahun pemilihan,” kata Gabriel merujuk pada pemilihan paruh waktu yang akan datang.

Hingga saat ini, pihak China pun belum mengkonfirmasi tanggal pasti kunjungan Presiden AS. Namun, menurut Gedung Putih, kunjungan tersebut dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April 2026.