Menlu Sugiono Teken Perjanjian Bebas Visa dengan Tiga Negara

New York, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Sugiono menandatangani Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD) dengan Libanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika.


Penandatanganan dilakukan di sela-sela rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9).


Perjanjian tersebut menjadi langkah konkret Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan interaksi antarpemerintah dengan ketiga negara. Kesepakatan itu juga diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.


Selain berlaku bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, PBVDD diharapkan menjadi tahap awal untuk mendorong pemberian fasilitas bebas visa yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia pada masa mendatang.


Dengan Libanon, PBVDD ditandatangani Sugiono bersama Menteri Luar Negeri dan Emigran Libanon Yousef Raggi.


Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua menteri membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan pembangunan. Mereka juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi kawasan, terutama isu Palestina.


Yousef Raggi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam mendukung perdamaian dan stabilitas Libanon melalui partisipasi personel Indonesia dalam misi perdamaian PBB di Libanon atau UNIFIL sejak 2006.


Bahas Kerja Sama Pembangunan


Sementara itu, PBVDD dengan Saint Vincent dan Grenadines ditandatangani Sugiono bersama Menteri Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, Investasi Asing, dan Urusan Diaspora Dwight Fitzgerald Bramble.


Kesepakatan tersebut ditujukan untuk mempererat komunikasi dan kerja sama antara pemerintah kedua negara. Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas potensi kerja sama pembangunan.


Salah satu peluang yang dibahas ialah program peningkatan kapasitas diversifikasi produk mangga dan sukun. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pengolahan komoditas pertanian dan meningkatkan nilai tambah produk.


Adapun dengan Republik Dominika, Sugiono menandatangani PBVDD bersama Menteri Luar Negeri Víctor Orlando Bisonó Haza.
Perjanjian tersebut ditujukan untuk memfasilitasi mobilitas sekaligus membangun kepercayaan antara Indonesia dan Republik Dominika.

Kedua menteri juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui forum bisnis Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC).
Dalam pertemuan dengan ketiga menteri luar negeri tersebut, Sugiono turut bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik global.


Menlu RI juga menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030.


Penandatanganan ketiga PBVDD itu mencerminkan komitmen Indonesia memperluas dan memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat. Pemerintah berharap hubungan bilateral tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan.

Foto : Kemlu