Arab Saudi, GPriority.co.id – Situasi di kawasan Timur Tengah semakin mencekam usai Iran melancarkan serangan ke Arab Saudi pada Minggu (1/3) kemarin, dan menargetkan Bandara Internasional Riyadh.
Dilansir dari AFP, serangan ini terjadi usai Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara teluk dengan bertujuan membalas serangan gabungan dari AS-Israel ke Teheran.
Dari serangan gabungan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun dilaporkan meninggal dunia.
Lebih lanjut, Arab Saudi telah mencegat rudal Iran yang mengarah ke Bandara Internasional Riyadh dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Sumber rahasia menyebut, sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan tersebut pada Minggu sore waktu setempat.
Adapun pencegatan yang terjadi di Bandara Internasional Riyadh disebut tidak mengganggu navigasi penerbangan atau pun menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material.
Saksi mata yang berada di sekitar bandara melaporkan, dirinya melihat dan mendengar pertahanan udara mencegar rudal Iran di langit. Sebelumnya, ledakan juga terdengar di wilayah timur Riyadh.
Selain Arab Saudi, Bandara Dubai, Abu Dhabi, Kuwait, serta Manama, juga menjadi target Iran. Menurut laporan Otoritas Uni Emirat Arab, satu orang tewas dalam insiden di fasilitas bandara ibu kota negara.
Sebelum konflik terjadi, pihak Arab Saudi sempat menegaskan tak mengizinkan wilayah darat, udara, maupun perairannya digunakan untuk menyerang Iran.
Iran sendiri telah lama dikenal sebagai ‘musuh bebuyutan’ Arab Saudi. Namun, rencana tersebut terabaikan dalam situasi terbaru. Arab Saudi juga telah menampung pangkalan dan personel militer AS. Namun, pangkalan militer AS yang lebih besar berada di Bahrain dan Qatar.
Melihat situasi konflik ini, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pun membuka suara.
“Arab Saudi menyampaikan kecaman paling keras atas serangan Iran yang terang-teranagn dan pengecut, yang menargetkan wilayah Riyadh dan Provinsi Timur, yang berhasil dipukul mundur,” tegas pihak Arab Saudi dilansir dari pernyataan resminya.
Pemerintah Arab Saudi pun menyatakan tak akan tinggal diam atas hal yang telah terjadi saat ini. Kerajaan Arab Saudi akan mengambil langkah tegas guna mempertahankan keamanan dan melindungi wilayahnya, warga negara, serta penduduknya.
