Rahasia Sahur Kenyang Lebih Lama, Menkes: Minum Susu

Minum susu saat sahur/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Menjalankan ibadah puasa selama 13 hingga 14 jam tentu membuat banyak orang berharap bisa merasa kenyang lebih lama agar dapat beribadah dengan lancar.

Namun, mempertahankan rasa kenyang sepanjang hari bukan hal yang mudah. Karena itu, penting memperhatikan asupan makanan dan minuman saat sahur.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, membagikan tips agar tubuh dapat merasa kenyang lebih lama saat menjalankan puasa. 

Ia menyarankan agar selain air putih, masyarakat juga mengonsumsi susu saat sahur.

“Saya kasih tahu tips satu minuman wajib saat sahur, adalah susu,” kata Budi dikutip dari Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (6/3).

Menurutnya, susu yang dikonsumsi sebaiknya susu putih yang terbuat dari 100 persen susu segar tanpa tambahan rasa atau pemanis.

Budi menjelaskan, susu memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga dapat membantu menahan rasa lapar lebih lama.

“Kenapa susu? Karena susu itu tinggi protein. Dan protein akan menghambat pengosongan lambung, sehingga kita merasa kenyangnya jauh lebih lama,” jelasnya.

Meski begitu, Budi mengingatkan masyarakat yang memiliki kondisi Lactose Intolerance untuk tidak mengonsumsi susu secara berlebihan.

“Cuma hati-hati untuk yang Lactose Intolerance, minumnya jangan banyak-banyak,” tegasnya.

Selain itu, Budi juga menyarankan agar menu sahur tidak didominasi makanan tinggi karbohidrat, melainkan lebih banyak mengandung protein agar rasa kenyang bertahan lebih lama selama berpuasa.

“Pada saat sahur, jangan makan yang tinggi karbohidrat. Tapi harus tinggi protein,” pungkas Budi.