Menkeu Tegaskan Program MBG Tidak Kurangi Dana Pendidikan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: GPriority/Dimas A Putra Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah memastikan anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap aman dan tidak terpengaruh oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa alokasi dana pendidikan tetap sesuai amanat undang-undang, yakni sebesar 20 persen dari total APBN.

“(Anggaran pendidikan) Tetap aman,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/3).

Menurut Purbaya, program MBG memiliki alokasi anggaran tersendiri sehingga tidak mengurangi belanja rutin yang telah direncanakan dalam sektor pendidikan.

“Anggaran (MBG) cuma beli makanan saja gitu, tapi bukan dimasukkan ke pendidikan atau pendidikan dipotong,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pagu anggaran pendidikan telah disepakati bersama pemerintah, DPR, serta Badan Anggaran DPR sejak awal pembahasan APBN 2026.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menegaskan bahwa berbagai program prioritas pendidikan tetap berjalan tanpa pengurangan anggaran meskipun pemerintah menjalankan program MBG secara nasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan sejumlah program strategis di sektor pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP), tetap dilanjutkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat serta program renovasi sekitar 16.000 sekolah pada 2025 dengan total anggaran mencapai Rp17 triliun.

Pemerintah juga memberikan perhatian pada kesejahteraan tenaga pendidik. Insentif guru ditingkatkan menjadi Rp400.000, sementara tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.000.000 pada 2025.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menjelaskan bahwa total anggaran pendidikan pada 2026 mencapai Rp769,8 triliun.

Dari jumlah tersebut, terdapat komponen alokasi sebesar Rp223,5 triliun yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Hariqo, program MBG justru menjadi bagian penting dalam mendukung sistem pendidikan karena pemenuhan gizi siswa berperan besar terhadap kualitas proses belajar.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai program pendidikan lainnya tidak mengalami pengurangan anggaran. Bahkan, sejumlah program mengalami peningkatan, seperti bantuan pendidikan serta tunjangan bagi tenaga pendidik.

Hariqo turut meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai sekolah yang terbengkalai akibat program MBG.

Menurutnya, informasi tersebut tidak benar karena pemerintah terus melakukan perbaikan infrastruktur pendidikan. Sepanjang tahun 2025, sekitar 16 ribu sekolah telah diperbaiki.

Selain itu, pada 2026 pemerintah menargetkan sebanyak 71 ribu sekolah kembali dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan guna meningkatkan kualitas layanan belajar di seluruh Indonesia.