7 Hal yang Harus Dihindari Saat Itikaf di Masjid

Ilustrasi itikaf di masjid/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi itikaf di masjid/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Itikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini sangat dianjurkan terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW selalu melaksanakan itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, agar ibadah ini lebih khusyuk dan bernilai pahala, ada beberapa hal yang harus dihindari saat itikaf di masjid. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini pembahasannya.

1. Keluar masjid tanpa keperluan mendesak

Seseorang yang sedang itikaf tidak dianjurkan keluar masjid kecuali karena kebutuhan mendesak seperti buang air, mandi, atau mengambil makanan.

Aisyah RA berkata:

“Nabi SAW tidak masuk ke rumah ketika sedang itikaf kecuali untuk kebutuhan manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keluar tanpa alasan syar’i dapat mengurangi kesempurnaan ibadah itikaf.

2. Terlalu banyak berbicara hal duniawi

Salah satu kesalahan saat itikaf adalah terlalu banyak berbincang tentang urusan dunia seperti pekerjaan, bisnis, atau hal yang tidak bermanfaat.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perkataan dan perbuatan) yang tidak berguna.” (QS. Al-Mu’minun: 3).

Itikaf seharusnya digunakan untuk memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan tafakur (merenung).

3. Menggunakan gadget berlebihan

Saat ini banyak orang tetap sibuk dengan ponsel ketika itikaf, seperti bermain media sosial atau menonton video. Padahal tujuan itikaf di masjid adalah fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Penggunaan gadget yang tidak perlu dapat mengganggu kekhusyukan.

4. Mengganggu jamaah lainnya

Adab itikaf di masjid juga mengharuskan seseorang menjaga ketenangan. Misalnya berbicara terlalu keras, tertawa berlebihan, atau membuat keributan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya masjid tidak dibangun untuk hal seperti ini (keributan), tetapi untuk zikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Muslim).

5. Membawa bau tidak sedap

Kebersihan adalah bagian dari adab ketika berada di masjid. Orang yang itikaf sebaiknya menjaga kebersihan tubuh dan pakaian.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa makan bawang putih atau bawang merah, hendaklah ia menjauh dari masjid kami.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kenyamanan jamaah lain.

6. Melakukan aktivitas jual beli

Masjid bukan tempat untuk aktivitas perdagangan, terlebih ketika sedang itikaf.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila kalian melihat orang berjual beli di masjid maka katakanlah: semoga Allah tidak memberi keuntungan pada perdaganganmu.” (HR. Tirmidzi)

7. Melakukan hal yang mendekati syahwat

Orang yang sedang itikaf harus menjaga diri dari segala hal yang bisa membangkitkan syahwat, termasuk berhubungan suami istri.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu campuri mereka (istri-istri kamu) ketika kamu sedang beri’tikaf di masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Ayat ini menjadi dasar larangan melakukan hubungan suami istri saat itikaf.

Dengan menjauhi 7 hal yang harus dihindari saat itikaf, diharapkan ibadah yang dilakukan menjadi lebih fokus, khusyuk, dan penuh keberkahan.