Muncul ke Publik, Netanyahu Ungkap 3 Tujuan Israel Serang Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat konferensi pers pada Kamis (19/3) kemarin/Foto : Dok. X Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat konferensi pers pada Kamis (19/3) kemarin/Foto : Dok. X

Israel, GPriority.co.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (19/3) kemarin dalam konferensi pers dari Kantor Pers Pemerintah Yerusalem, Israel, mengatakan bahwa setelah 20 hari perang, Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium atau mengembangkan rudal balistik.

Dilansir dari The Times Israel, Netanyahu memulai pernyataannya dalam bahasa Ibrani, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

“Kita akan menghancurkan mereka sepenuhnya, semua kemampuan itu,” ungkap Netanyahu yang juga mengklaim bahwa Israel telah menurunkan kemampuan Iran sedemikian rupa sehingga Iran tidak lagi dapat mencapai apa yang telah mereka rencanakan.

Menurutnya, saat Iran bermaksud untuk menyebabkan kehancuran besar-besaran di Israel, namun kehancuran tersebut justru menimpa Lebanon dan Iran, sebut Netanyahu.

“Kita akan mengubah Timur Tengah, saya berjanji kepada Anda,” ujar Netanyahu yang juga menggambarkan Iran lebih lemah dari sebelumnya, sambil menegaskan bahwa Israel lebih kuat.

Menanggapi kekhawatiran warga Israel tentang lamanya durasi perang, Netanyahu pun mengatakan, “Perang akan berlangsung selama yang diperlukan.” Ia pun menekankan persatuan dengan pernyataan, “Kita akan bekerja bersama, dan kita akan menang bersama.”

Adapun dalam kesempatan tersebut Netanyahu juga mengungkap 3 tujuan dalam perang melawan Iran. Mulai dari menghilangkan ancaman nuklir, menyingkirkan ancaman rudal balistik, terutama sebelum sistem tersebut ditempatkan jauh di bawah tanah dan menjadi kebal terhadap serangan udara, dan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk meraih kebebasan mereka.

Ia kemudian merinci tindakan militer Israel, termasuk menargetkan persenjataan rudal dan drone, sistem peluncuran, dan infrastruktur terkait nuklir seperti pabrik yang memproduksi komponen rudal.

Ia mengatakan Israel sedang membongkar industri Iran dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan menambahkan, “Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami akan melakukannya.”

Terakhir, Netanyahu menanggapi apa yang ia sebut sebagai berita palsu yang menyatakan Israel telah menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik tersebut.

“Apakah ada yang benar-benar berpikir bahwa seseorang dapat memberi tahu Presiden Trump apa yang harus dilakukan? Ayolah,” tuturnya sambil menambahkan bahwa Donald Trump selalu membuat keputusannya berdasarkan apa yang menurutnya baik untuk AS dan untuk generasi mendatang.