Bandingkan Yesus dan Genghis Khan, Netanyahu Picu Kontroversi

Yerusalem, Gpriority.co.id – Pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 19 Maret 2026 memicu gelombang kecaman dunia setelah ia membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan.

Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, Netanyahu mengutip sejarawan Amerika Will Durant: “Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan karena jika seseorang cukup kuat, cukup kejam, dan cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan; agresi akan mengalahkan moderasi.” Pernyataan itu dimaksudkan menekankan pentingnya kekuatan militer Israel di tengah perang melawan Iran.

Kecaman dari Iran dan Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecamnya sebagai “penghinaan terbuka terhadap Yesus Kristus (PBUH)”, menyebut Netanyahu tidak tahu terima kasih atas dukungan Kristen di AS, sambil memuji Genghis Khan sebagai pembantai terburuk. Media Iran dan Irak menyebutnya penghinaan, yang memicu serangan rudal Irak ke pangkalan AS-Inggris di Diego Garcia.

Kemarahan Umat Kristen AS dan Global

Umat Kristen, khususnya evangelikal di AS, menunjukkan reaksi campuran tapi didominasi kritik tajam karena dianggap melemahkan ajaran kasih Yesus dan mempromosikan kekerasan di atas moralitas Alkitab. Akun konservatif seperti The Patriot Voice di X menyerukan Zionis Kristen hentikan dukung Netanyahu, menyebutnya “Antikristus” dan “anti-Kristen.” Pendeta Lutheran Palestina Munther Isaac dari Betlehem menyebut pernyataan itu “menyinggung di berbagai tingkatan,” membandingkan Pangeran Perdamaian dengan penakluk brutal.

Liputan Media dan Sosial Media Media Barat seperti India Today, Newsweek, dan SCMP sebut kontroversi “blasphemous” dan “insulting,” dengan backlash online masif. Sejumlah media di tanah air juga melaporkan adanya hujatan keras plus klarifikasi Netanyahu. Sementara video pidato viral di YouTube, Instagram, dan X memicu perdebatan soal konteks perang Iran-Israel, dengan tuduhan Netanyahu merendahkan Yesus untuk benarkan aksi militer.

Netanyahu membantah merendahkan Yesus dan beralibi jika Kristen dilindungi di Israel, tapi kritik terus bergulir di kalangan pendukung pro-Israel yang kecewa. Peristiwa ini tambah rumit dinamika dukungan internasional bagi Israel.

Foto : Istimewa