Kemlu RI: 281 WNI Masih Tertahan di Wilayah Iran

Plt. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Heni Hamidah, pada agenda press briefing yang berlangsung pada Rabu (8/4) di Jakarta/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Plt. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Heni Hamidah, pada agenda press briefing yang berlangsung pada Rabu (8/4) di Jakarta/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – 38 hari pasca serangan yang dilakukan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, hingga saat ini perwakilan Kemlu RI di Timur Tengah telah memfasilitasi proses repatriasi atau pemulangan mandiri WNI sebanyak 2.285 orang.

“Jumlah ini di luar dari jumlah WNI jemaah umroh yang dipulangkan,” ujar Plt. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Heni Hamidah, pada agenda press briefing yang berlangsung pada Rabu (8/4) di Jakarta.

Selain itu, Kemlu RI juga memfasilitasi jenazah 3 Prajurit TNI yang bertugas pada misi UNIFIL beberapa waktu lalu. Menurut keterangan Heni, terdapat 720 WNI yang saat ini masih tertahan karena distruksi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah.

“Sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke tanah air,” lanjutnya.

Sementara terkait perkembangan dan kondisi WNI di Iran, saat ini KBRI Tehran terus melakukan kontak secara berkala dengan para WNI yang berada di Iran, baik kepada WNI yang tinggal di Iran sebagai residen maupun non-residen.

“Saat ini masih tercatat total sekitar 281 orang WNI yang berada di wilayah Iran, 35 orang di antaranya adalah ABK yang berada di kapal-kapal di pesisir iran,” lapor Heni.

Terkait perkembangan terkini di Iran, KBRI Tehran terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi.

Adapun terkait rencana evakuasi ini, ujar Heni, akan terus disesuaikan dengan kondisi terkini dan situasi di lapangan.

“Hal ini mengingat perlu dipastikan bahwa pergerakan para WNI tersebut juga dilakukan melalui rute-rute yang aman, baik pada saat menuju titik tempur maupun pergerakan menuju titik destinasi evakuasi di negara lain,” tutupnya.

Saat ini, sebagai informasi, dalam rentang 6-7 April dilaporkan sebanyak lebih dari 34 orang tewas dalam serangan AS-Israel ke Teheran. Sementara sejak perang dimulai pada akhir Februari hingga sekarang, ratusan korban jiwa dan ribuan luka-luka dilaporkan pemerintah Iran.

Serangan udara yang dilancarkan AS-Israel bahkan telah menjangkau kurang lebih 150 kota di Iran, hingga membuat keselamatan WNI dinilai sangat terancam.

Oleh karenanya, saat ini pemerintah melalui KBRI Tehran berfokus pada pendataan WNI, evakuasi bertahap, hingga memastikan jalur aman keluar Iran.