40 Hari Ditutup Israel, Masjid Al-Aqsa Resmi Dibuka Kembali

Momen harus warga Palestina setelah Masjid Al-Aqsa resmi dibuka kembali setelah ditutup 40 hari oleh Israel/Foto : Dok. AFP Momen harus warga Palestina setelah Masjid Al-Aqsa resmi dibuka kembali setelah ditutup 40 hari oleh Israel/Foto : Dok. AFP

Jakarta, GPriority.co.id – Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur akhirnya kembali dibuka untuk umat Muslim setelah ditutup selama 40 hari oleh otoritas Israel.

Pembukaan ini menjadi momen penuh haru bagi ratusan jemaah Palestina yang telah lama menantikan kesempatan untuk kembali beribadah di salah satu situs suci Islam tersebut.

Penutupan Masjid Al-Aqsa sebelumnya dilakukan sejak 28 Februari 2026, bertepatan dengan meningkatnya ketegangan akibat aksi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selama periode tersebut, akses ke kompleks Al-Haram al-Sharif dibatasi secara ketat, hanya memperbolehkan staf masjid dan pejabat Wakaf Islam untuk masuk.

Menurut laporan koresponden Anadolu di lapangan, masjid yang berada di kawasan Kota Tua Yerusalem itu dibuka kembali pada Kamis (9/4) saat waktu fajar.

Momen ini langsung disambut antusias oleh warga Muslim Palestina yang berbondong-bondong memasuki area masjid untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.

“Masjid yang terletak di Kota Tua tersebut dibuka kembali saat fajar dan membuat ratusan Muslim Palestina dapat memasuki kompleks Al-Haram al-Sharif,” demikian dilaporkan koresponden Anadolu.

Suasana emosional tampak jelas ketika gerbang masjid dibuka. Banyak jemaah terlihat meneteskan air mata dan langsung melakukan sujud syukur sebagai ungkapan rasa bahagia karena akhirnya dapat kembali beribadah di tempat suci tersebut.

“Saat gerbang dibuka dengan lantunan azan subuh, banyak jemaah memadati lokasi dengan di antaranya terlihat meneteskan air mata dan melakukan sujud syukur di halaman masjid,” lanjut laporan tersebut.

Ratusan jemaah kemudian berbaris untuk melaksanakan salat subuh berjamaah, yang menjadi ibadah bersama pertama sejak penutupan dilakukan lebih dari satu bulan sebelumnya.

Momen ini menjadi simbol kembalinya aktivitas keagamaan di Masjid Al-Aqsa, meskipun situasi di kawasan tersebut masih belum sepenuhnya stabil.

Selama masa penutupan, umat Muslim Palestina tidak diizinkan beribadah di dalam kompleks masjid. Mereka terpaksa melaksanakan salat di masjid-masjid kecil di sekitar Yerusalem. Bahkan, otoritas Israel juga melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 di Masjid Al-Aqsa, yang menjadi pembatasan pertama sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.
Selain Masjid Al-Aqsa, otoritas Israel juga menutup Gereja Makam Kudus, yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Kristen, selama periode yang sama. Langkah ini menimbulkan perhatian luas dari komunitas internasional terkait kebebasan beribadah di wilayah tersebut.

Ketegangan semakin meningkat ketika Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada 6 April saat masjid masih dalam kondisi ditutup. Tindakan ini menuai kritik dari berbagai pihak karena dianggap sebagai provokasi di tengah situasi sensitif.

Meski kini Masjid Al-Aqsa telah dibuka kembali, masa depan akses ke situs tersebut masih belum jelas. Pemerintah Israel diketahui telah memperpanjang status darurat hingga pertengahan April, namun belum memberikan kepastian apakah pembatasan serupa akan kembali diberlakukan.

Pembukaan kembali Masjid Al-Aqsa menjadi harapan baru bagi umat Muslim Palestina untuk dapat menjalankan ibadah dengan lebih leluasa. Namun, situasi politik dan keamanan yang masih dinamis membuat kondisi di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian dunia internasional.