Iran, GPriority.co.id – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menghebohkan media sosial lewat unggahan terbaru di akun X-nya pada Kamis (9/4) kemarin.
Dalam unggahan tersebut, Mojtaba Khamenei bertekad untuk membalas dendam atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, serta semua orang yang tewas akibat serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu.
Mojtaba bersumpah untuk tidak melepaskan para penyerang, menuntut ganti rugi, dan membalas dendam atas kematian para korban, serta memperingatkan bahwa Iran akan membawa Selat Hormuz ke fase baru.
Ia juga menyerukan kepada negara-negara tetangga Timur Tengah untuk berdiri di tempat yang benar dan berpaling dari kekuatan Barat.
“Semua orang harus tahu bahwa, insya Allah, kami pasti tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos begitu saja. Kami pasti akan menuntut ganti rugi atas setiap kerusakan yang ditimbulkan, serta balasan darah untuk para martir dan kompensasi untuk para korban luka perang ini,” demikian bunyi pesan yang menandai peringatan 40 hari wafatnya Ali Khamenei.
Mojtaba melanjutkan dalam unggahan lainnya, “Iran tidak mencari perang tetapi tidak akan melepaskan hak-haknya dan menganggap semua front perlawanan sebagai satu kesatuan.”
“Kami pasti akan menuntut ganti rugi atas setiap kerusakan yang ditimbulkan dan harga darah para martir serta kompensasi bagi para korban luka dalam perang ini,” tegasnya.
Ia juga mengatakan bahwa Iran akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru.
“Empat puluh hari telah berlalu sejak kejahatan mengerikan yang dilakukan musuh-musuh Islam dan Iran, yaitu gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Pemimpin Umat Islam dan pencari kebenaran, serta Pemimpin para syuhada Iran dan Perlawanan, #Khamenei yang Agung,” ungkapnya.
“Selama empat puluh hari empat puluh malam, para sahabat dan umat Pemimpin, Syahid Khamenei, telah turun seperti bola api ke atas kepala para Firaun,” tambahnya.
Mojtaba juga mengklaim kemenangan Iran dalam konflik yang sedang berlangsung dengan AS dan Israel.
“Hari ini, hingga titik ini dalam Pertahanan Suci Ketiga yang epik, dapat dikatakan dengan penuh keyakinan bahwa Anda, bangsa Iran yang heroik, adalah pemenang mutlak di medan perang ini,” katanya.
Dalam pidatonya kepada para pendukung, Khamenei mengatakan, “Jangan diasumsikan bahwa mengumumkan niat untuk bernegosiasi dengan musuh berarti tidak perlu ada kehadiran di jalanan.”
Ia mendesak masyarakat bahwa seruan mereka di jalanan akan efektif dalam membentuk hasil negosiasi.
