Cover L’Espresso yang Buat Israel Murka

Roma, Gpriority.co.id – Majalah mingguan Italia L’Espresso membuat Israel murka setelah menampilkan cover yang memperlihatkan seorang pemukim Israel berseragam militer sedang memotret seorang perempuan Palestina yang tampak tertekan.

Cover tersebut berjudul L’abuso yang bermakna “pelecehan,” “penyalahgunaan,” atau “pelanggaran” dalam bahasa Italia. Kata itu dipakai untuk menegaskan kritik keras majalah tersebut terhadap dugaan kekerasan dan pelanggaran di wilayah pendudukan Palestina.

Duta Besar Israel untuk Italia, Jonathan Peled pun langsung mengutuk sampul tersebut sebagai manipulatif. Ia menilai L’Espresso mendistorsi realitas yang kompleks, memperkuat stereotip dan kebencian, serta tidak mencerminkan jurnalisme yang seimbang dan akurat.

Sementara reaksi publik Italia tampaknya terbelah, tetapi banyak respons yang muncul di media dan media sosial justru membela hak L’Espresso untuk mengkritik Israel. Dari liputan yang tersedia, protes Israel lebih banyak dipandang di Italia sebagai bagian dari perdebatan kebebasan pers dan sikap Italia terhadap perang di Gaza, bukan sebagai alasan untuk menarik cover itu.

Dibalik sampul tersebut, L’Espresso mengangkat laporan panjang tentang pendudukan Tepi Barat, kehancuran Gaza, perluasan konflik ke Lebanon dan Suriah, serangan ke Iran, serta kekerasan yang dikaitkan dengan agenda “Israel Raya” dari kalangan sayap kanan Zionis. Laporan itu ditulis oleh Angela Codacci Pisanelli dan dibingkai sebagai kritik keras terhadap situasi politik di Timur Tengah.

Foto yang menjadi cover dikaitkan dengan fotografer Pietro Masturzo. Gambar itu menampilkan pemukim Israel yang merekam perempuan Palestina, dan kemudian menjadi pusat perdebatan karena dianggap bukan sekadar ilustrasi, melainkan simbol visual yang sangat politis.

L’Espresso sendiri adalah majalah berita mingguan Italia yang berdiri sejak 1955 dan dikenal berhaluan progressive/center-left. Selama puluhan tahun, majalah ini menonjol lewat jurnalisme investigatif yang keras, terutama terkait korupsi, klienelisme, dan skandal politik di Italia.

Foto : Istimewa