Hari Kartini: Mengenang Perjuangan Perempuan Mendapatkan Akses Pendidikan

Raden Ajeng Kartini/Foto Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini, termasuk pada hari ini, Selasa, 21 April 2026.

Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 yang juga menetapkan Raden Ajeng Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Hari Kartini diperingati sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, terutama di bidang pendidikan.

Mengitup dari situs Kemendikdasmen, disebutkan bahwa pada masanya, pemikiran Kartini tergolong maju dan terbuka, sehingga memberi pengaruh besar terhadap perubahan sosial di sekitarnya.

Kartini meyakini bahwa pendidikan merupakan kunci penting dalam memajukan bangsa. Baginya, pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat menjadi jalan untuk mencapai kebahagiaan, baik secara individu maupun kelompok.

Ia juga memiliki harapan besar agar kaum bumiputra, khususnya perempuan, mendapatkan akses pendidikan yang layak demi melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter.

Perkembangan pendidikan perempuan di Indonesia mulai terlihat pada awal abad ke-20, seiring dengan perubahan cara pandang masyarakat bumiputra terhadap pentingnya kemajuan. Dalam konteks ini, Kartini menjadi pelopor yang memprakarsai upaya peningkatan pendidikan bagi perempuan, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama seperti laki-laki.

Pada saat yang sama, gagasan tentang kemajuan mulai tumbuh dan salah satunya tentang pendidikan perempuan. RA Kartini adalah sosok perempuan pertama yang memprakarsai perkumpulan dan memajukan pendidikan perempuan. Sehingga perempuan-perempua di Indonesia mampuh mengaskes pendidikan sebagai mana kaum pria.

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879, dan wafat di Rembang, Jawa Tengah, pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun. Meski hidup singkat, gagasan dan perjuangannya terus dikenang hingga kini.

Pemikiran Kartini banyak dikenal melalui kumpulan suratnya yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini berasal dari kumpulan surat yang ia kirimkan kepada sahabat-sahabatnya di Eropa.

Surat-surat tersebut dihimpun dan diterbitkan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht. Melalui tulisan-tulisan itulah, gagasan besar Kartini tentang emansipasi, pendidikan, dan kemajuan perempuan terus hidup dan menginspirasi hingga saat ini.