Kemenekraf Genjot Investasi Gim hingga Animasi

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah mulai mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3M-PPE).

Langkah ini menitikberatkan strategi terintegrasi berbasis monitoring dan evaluasi, termasuk penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan subsektor ekonomi kreatif prioritas.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang tergabung dalam satgas tersebut menegaskan komitmennya untuk mendorong subsektor seperti gim, animasi, konten digital, hingga aplikasi sebagai motor baru investasi.

“Rapat pertama satuan tugas percepatan program ini untuk mengakselerasi program pertumbuhan ekonomi seperti paket ekonomi, stimulus ekonomi, program prioritas pemerintah, dan program utama beberapa kementerian lembaga berdasarkan arahan Presiden. Terkait dengan IFC (Indonesia Financial Center) nanti kita akan bentuk Task Force itu sendiri, baik regulasi dari pemerintah dan DPR. Diharapkan bisa menjadi opsi lain di tengah ketegangan global dengan Bali sebagai alternatif,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memimpin rapat perdana satgas tersebut pada Rabu (28/4).

Rencana pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) di Bali menjadi salah satu sorotan utama. Pemerintah melihat IFC tidak hanya sebagai pusat keuangan, tetapi juga sebagai simpul gaya hidup, budaya, dan ekonomi kreatif.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyatakan pihaknya siap berperan dalam membangun ekosistem pendukung, mulai dari regulasi hingga penguatan talenta kreatif.

“Kami siap untuk dilibatkan dalam membangun ekosistem yang tadi sebagai pendampingnya, kemudian regulasinya, usulan-usulan insentif dan juga talenta. Hal ini juga penting, karena nanti juga agar IFC ini menjadi bridge (jembatan) untuk kreator-kreator Indonesia untuk mendapatkan intellectual property (IP), financing, ataupun royalty financing,” harap Menteri Ekraf.

Selain itu, penguatan infrastruktur digital turut menjadi fokus, termasuk pengembangan pusat data di KEK Batam dan Bitung untuk mendukung ekosistem ekonomi digital nasional.

Mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026, Kementerian Ekraf memegang peran strategis dalam meningkatkan ekspor, membuka lapangan kerja, serta menarik investasi melalui subsektor ekonomi kreatif. Kementerian ini juga bertugas memperkuat integrasi lintas sektor dan mengeksekusi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan membentuk kelompok kerja (pokja) dalam kerangka Satgas P3M-PPE. Pokja tersebut akan fokus pada perumusan strategi, percepatan implementasi program, penyelesaian hambatan, dukungan regulasi dan kelembagaan, kerja sama internasional, hingga monitoring dan evaluasi.

Rapat perdana ini turut dihadiri sejumlah menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih. Menteri Ekraf hadir didampingi Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat.