Jakarta, GPriority.co.id – Maraton Palestina 2026 kembali digelar di Jalur Gaza setelah vakum selama dua tahun akibat konflik berkepanjangan.
Ajang olahraga internasional ini menjadi simbol ketahanan dan semangat masyarakat Palestina di tengah agresi Israel yang terus berlangsung.
Dilansir Aljazeera, Koordinator maraton, Itidal Abdul Ghani, mengatakan bahwa ajang tahun ini membawa pesan tentang “persatuan tanah air”, dengan para pelari di kedua sisi rezim pemisahan Israel mengikuti kegiatan secara bersamaan.
Selain di Gaza, perlombaan terpisah sejauh lima kilometer juga digelar di wilayah Gaza bagian tengah, dimulai dari Jembatan Wadi Gaza menuju arah utara.
Penyelenggara turut mengadakan maraton virtual yang berlangsung pada 17 hingga 21 April 2026 dan diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 88 negara. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terlibat dalam Maraton Palestina 2026 mencapai lebih dari 13.000 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.523 peserta berasal dari Gaza, sementara sekitar 1.000 peserta asing datang dari 75 negara untuk ikut menyuarakan solidaritas terhadap Palestina melalui olahraga.
Maraton Palestina tahun ini menghadirkan berbagai kategori lomba, mulai dari maraton penuh 42 kilometer, half marathon 21 kilometer, lomba 10 kilometer, hingga lari keluarga sejauh lima kilometer. Konsep tersebut memungkinkan atlet profesional, pelari amatir, hingga keluarga ikut berpartisipasi.
Di sisi lain, Maraton Palestina 2026 juga menjadi momentum bersejarah bagi kaum perempuan di Gaza. Setelah 13 tahun tidak dilibatkan akibat larangan partisipasi perempuan oleh Hamas, tahun ini para wanita kembali diizinkan mengikuti perlombaan.
Kembalinya pelari perempuan ke lintasan maraton disambut antusias masyarakat dan dinilai menjadi simbol perubahan di tengah situasi sosial-politik yang kompleks di wilayah tersebut.
Ajang ini sekaligus menjadi salah satu event olahraga internasional besar pertama yang kembali digelar di wilayah Palestina sejak pecahnya perang Israel-Hamas.
