Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat transformasi digital di bidang arsip dan sejarah nasional.
Terbaru, BRIN mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu membantu mendeskripsikan arsip foto sejarah Indonesia secara otomatis dan lebih cepat.
Berdasarkan rilis resminya, inovasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian dokumentasi sejarah nasional di era digital.
Dengan dukungan teknologi AI, proses identifikasi hingga pengelompokan foto-foto arsip lama yang sebelumnya dilakukan manual kini dapat dilakukan lebih efisien.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu pengelolaan jutaan arsip visual yang tersimpan di berbagai lembaga dan institusi di Indonesia.
Sistem AI nantinya mampu mengenali objek, lokasi, tokoh, hingga konteks tertentu dalam foto sejarah sehingga memudahkan proses pencarian data arsip. Informasi yang dihasilkan juga diharapkan lebih akurat dan sistematis.
BRIN menyebut pemanfaatan machine learning dan otomatisasi menjadi solusi penting dalam pengelolaan data berukuran besar. Teknologi AI dapat memangkas waktu pengolahan data dari hitungan hari menjadi hanya beberapa menit.
Pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan BRIN pada sektor penginderaan jauh dan analisis citra berbasis kecerdasan buatan.
Pengembangan AI untuk arsip sejarah juga dinilai relevan dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi dokumen budaya dan sejarah Indonesia.
Ribuan foto lama yang merekam perjalanan bangsa mulai dari masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga pembangunan nasional memiliki nilai penting sebagai sumber pengetahuan publik dan riset akademik.
Selain mempercepat proses dokumentasi, teknologi ini juga berpotensi menjaga kualitas arsip agar tetap terawat dalam bentuk digital. Dengan sistem berbasis AI, arsip sejarah dapat lebih mudah diakses peneliti, akademisi, pelajar, maupun masyarakat umum tanpa harus merusak dokumen asli.
BRIN menegaskan pengembangan kecerdasan artifisial di Indonesia tidak hanya difokuskan pada sektor industri dan teknologi modern, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya dan sejarah bangsa.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat identitas nasional melalui pengelolaan arsip yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
