DPRD Morowali Fokus Anggaran Prioritas untuk Petani

Anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024–2029 dari Fraksi NasDem, Mohamad, di sela Anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024–2029 dari Fraksi NasDem, Mohamad, di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Morowali di Yuan Garden Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (11/6)/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024–2029 dari Fraksi NasDem, Mohamad, menegaskan pentingnya penyusunan anggaran yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Morowali di Yuan Garden Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).

Politisi asal Wosu, Kecamatan Bungku Barat, itu mengatakan bahwa materi yang diperoleh dalam Bimtek sangat bermanfaat, terutama bagi anggota DPRD yang baru menjabat. Kegiatan tersebut membahas berbagai aspek penting terkait penganggaran daerah serta penyusunan peraturan daerah (Perda) yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Materi yang dibahas sangat penting karena memberikan pemahaman tentang penganggaran, mana yang menjadi prioritas dan mana yang belum menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, kami juga mendapatkan pembekalan terkait penyusunan peraturan daerah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mohamad, setiap kebijakan anggaran harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat yang diperoleh dari bawah atau melalui aspirasi warga. Karena itu, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan program yang dibiayai APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mencontohkan wilayah daerah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Bungku Barat, Bungku Pesisir, dan sejumlah wilayah lainnya yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Oleh sebab itu, kebutuhan petani harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan anggaran daerah.

“Daerah kami memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Prioritas yang harus diperhatikan adalah penyediaan alat pertanian, dukungan sarana produksi, hingga akses jalan yang memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian mereka ke pasar,” katanya.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian juga menjadi bagian penting dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah.

Selain mendorong penganggaran yang berpihak kepada masyarakat, Mohamad menilai pengawasan pembangunan harus melibatkan partisipasi warga.

DPRD secara rutin mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program yang telah dianggarkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

“Kami selalu mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pembangunan, baik itu pembangunan jalan, bantuan kepada masyarakat, maupun program lainnya. Karena yang merasakan langsung hasil pembangunan adalah masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

Usai mengikuti Bimtek, Mohamad berharap seluruh materi yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mengawal aspirasi masyarakat, menyusun regulasi daerah yang berkualitas, serta memastikan penganggaran daerah berjalan lebih efektif dan tepat sasaran demi kemajuan Kabupaten Morowali.