Hati-Hati! Nonton Piala Dunia Ternyata Bisa Picu Stres Tinggi

Ilustrasi penonton Piala Dunia 2026/Foto : Dok. FIFA Ilustrasi penonton Piala Dunia 2026/Foto : Dok. FIFA

Jakarta, GPriority.co.id – Pertandingan sepak bola ternyata bukan hanya menguras emosi, tetapi juga dapat memicu respons fisiologis yang signifikan pada tubuh manusia.

Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, para ilmuwan kini berupaya memahami bagaimana sebuah pertandingan sepak bola mampu meningkatkan tingkat stres para penonton, bahkan ketika mereka hanya menyaksikannya dari tribun atau layar televisi.

Dilansir dari laporan AP News pada Sabtu (20/6), sejumlah peneliti tertarik mempelajari dampak psikologis pertandingan sepak bola karena olahraga ini sering kali memunculkan respons emosional yang sangat kuat. Ketika tim favorit bertanding, tubuh penggemar dapat bereaksi layaknya sedang menghadapi situasi berbahaya atau penuh tekanan.

Respons tersebut biasanya ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, hingga pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Dalam situasi pertandingan yang menegangkan, terutama pada fase gugur atau laga penentuan, tingkat kecemasan penonton dapat meningkat drastis.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa otak penggemar sering kali memandang hasil pertandingan sebagai sesuatu yang sangat personal.

Kemenangan tim yang didukung memicu rasa senang dan euforia, sementara kekalahan dapat menimbulkan kekecewaan mendalam hingga memengaruhi kondisi psikologis selama beberapa waktu.

Sejumlah penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa momen-momen krusial seperti adu penalti, peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol, atau gol penentu kemenangan pada menit akhir dapat memicu lonjakan aktivitas sistem saraf simpatik. Sistem ini merupakan bagian dari mekanisme “fight or flight” atau respons tubuh terhadap ancaman.

Fenomena ini menjadi semakin menarik untuk diteliti karena Piala Dunia 2026 berlangsung dalam skala yang lebih besar dibanding edisi sebelumnya. Turnamen yang diikuti 48 negara tersebut diperkirakan menarik miliaran penonton dari seluruh dunia, sehingga memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar mengenai hubungan antara olahraga dan kesehatan mental.

Selain faktor emosional, para peneliti juga mempertimbangkan pengaruh kondisi eksternal seperti cuaca panas, kerumunan penonton, hingga konsumsi alkohol yang umum terjadi saat menyaksikan pertandingan. Para ahli memperingatkan bahwa kombinasi stres emosional, suhu tinggi, dan dehidrasi dapat meningkatkan beban kerja tubuh secara signifikan.

Hasil penelitian tersebut juga berpotensi menjadi dasar untuk mengembangkan strategi yang membantu penggemar menikmati pertandingan besar seperti Piala Dunia tanpa mengorbankan kesehatan mereka.