Inggris, GPriority.co.id – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dikabarkan akan mengumumkan pengunduran dirinya paling cepat pada Senin (22/6).
Kabar tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Observer dan kemudian mendapat perhatian luas dari sejumlah media internasional, termasuk WION, Reuters, AP, dan The Guardian. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Starmer terkait rencana tersebut.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa Starmer tengah menyusun proses transisi yang tertib setelah tekanan politik dari dalam Partai Buruh terus meningkat. Sejumlah anggota parlemen Partai Buruh dilaporkan menginginkan perubahan kepemimpinan menyusul merosotnya popularitas pemerintahan Starmer dalam beberapa bulan terakhir.
Tokoh yang paling sering disebut sebagai calon pengganti adalah Andy Burnham. Burnham baru saja memenangkan pemilihan sela dan kembali ke parlemen Inggris, sebuah perkembangan yang memperkuat posisinya dalam persaingan internal Partai Buruh. Menurut sejumlah laporan, mayoritas anggota parlemen Partai Buruh kini mendukung Burnham untuk mengambil alih kepemimpinan partai dan pemerintahan.
Menteri Bisnis Inggris, Peter Kyle, tidak membantah spekulasi yang berkembang. Dalam pernyataannya kepada media Inggris, ia mengatakan bahwa Starmer sedang mempertimbangkan situasi politik yang dihadapinya.
“Ia sedang meluangkan waktu untuk merefleksikan realitas politik, tantangan, dan peluang yang ada di hadapannya,” kata Kyle yang juga menambahkan bahwa Starmer adalah pemimpin yang selalu menempatkan kepentingan negara di atas segalanya.
Namun, sumber pemerintah yang dikutip Reuters menyatakan bahwa Starmer masih fokus menjalankan tugasnya sebagai perdana menteri dan belum mengambil keputusan final untuk mundur. Sumber tersebut menegaskan bahwa berbagai laporan mengenai pengunduran diri masih bersifat spekulatif.
Jika pengunduran diri Starmer benar-benar terjadi, Inggris akan kembali mengalami pergantian pemimpin dalam waktu relatif singkat.
