Bungku, Gpriority.co.id – Kabupaten Morowali kembali mencatatkan capaian investasi yang membanggakan pada tahun 2025. Beberapa sektor mendominasi investasi di Morowali.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Morowali, Elyta Gawi, menegaskan bahwa sektor hilirisasi nikel tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.
Beberapa waktu lalu, GPriority pun berkesempatan mewawancarai Elyta Gawi untuk menggali lebih dalam terkait hal tersebut. Berikut ini pembahasannya.
Sektor investasi apa yang paling dominan menyumbang capaian investasi Morowali selama 2025? “Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor hilirisasi nikel, khususnya melalui kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), menjadi tulang punggung realisasi investasi Kabupaten Morowali sepanjang tahun 2025.
Capaian investasi di kawasan IMIP yang menembus angka US$41,48 miliar atau setara Rp696,91 triliun hingga akhir 2025 merupakan bukti nyata kepercayaan investor global terhadap ekosistem industri yang telah kita bangun bersama,” ujarnya.
Menurut Elyta, kontribusi kawasan IMIP mendominasi realisasi investasi kabupaten secara keseluruhan. Namun, DPMPTSP Morowali juga mencatat pertumbuhan yang menggembirakan di sektor pendukung, antara lain sektor jasa, perdagangan, dan konstruksi yang turut tumbuh seiring dengan berkembangnya kawasan industri.
“Kedepan, kami terus mendorong agar pertumbuhan investasi tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan merata ke berbagai bidang usaha yang potensial di Morowali,” sebutnya.
Strategi apa yang disiapkan DPMPTSP agar target investasi 2026 bisa tercapai bahkan terlampaui, termasuk dalam hal mempertahankan kepercayaan investor?
“Kami telah menyiapkan sejumlah strategi konkret untuk memastikan target investasi 2026 tidak hanya tercapai, tetapi juga melampaui capaian sebelumnya. Pertama, kami terus memperkuat layanan perizinan berbasis digital melalui sistem OSS-RBA serta layanan pendampingan investasi yang responsif, agar setiap investor mendapatkan kepastian proses sejak hari pertama mereka berniat berinvestasi di Morowali,” ungkap Elyta.
Disamping itu, pihaknya juga mempererat koordinasi lintas sektor dengan seluruh perangkat daerah terkait guna memastikan tidak ada hambatan regulasi maupun teknis yang menghambat realisasi investasi.
“Kami secara aktif melakukan kunjungan dan komunikasi dengan investor yang sudah ada untuk memastikan mereka merasa aman dan nyaman dalam mengembangkan usahanya di Morowali. Kepercayaan investor adalah aset yang paling berharga, dan kami berkomitmen untuk menjaganya melalui pelayanan yang transparan, cepat, dan profesional,” tekannya.
Sektor apa yang akan menjadi fokus pengembangan investasi baru Morowali pada 2026?
Pada tahun 2026, sebut Elyta, DPMPTSP Morowali tetap memprioritaskan penguatan sektor hilirisasi nikel, terutama dalam mendukung pengembangan bahan baku baterai kendaraan listrik yang saat ini menjadi komoditas strategis dalam rantai pasok global transisi energi.
“Namun bersamaan dengan itu, DPMPTSP Morowali juga secara serius mendorong masuknya investasi di sektor-sektor baru. Sektor perikanan dan kelautan memiliki potensi yang sangat besar mengingat posisi geografis Morowali yang berbatasan langsung dengan laut. Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, serta industri pengolahan pangan menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Disisi lain, pihaknya juga membuka peluang bagi investor di sektor pariwisata dan jasa pendukung industri. Menurutnya, diversifikasi ini penting agar fondasi ekonomi Morowali semakin kuat dan tidak bergantung pada satu komoditas semata.
Dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, apakah berpotensi memengaruhi target investasi Morowali 2026?
“Pemotongan transfer ke daerah tentu mempengaruhi ruang gerak kami dalam membiayai program-program promosi investasi dan peningkatan infrastruktur pendukung. Namun kami tidak menjadikan kondisi ini sebagai alasan untuk stagnan. Justru ini mendorong kami untuk lebih kreatif dan efisien dalam bekerja,” katanya.
Oleh karenanya, DPMPTSP Morowali mengoptimalkan pemanfaatan platform digital untuk promosi investasi sehingga lebih hemat biaya namun lebih luas jangkauannya, juga memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta dan asosiasi pengusaha dalam mendukung kegiatan promosi.
Apa tantangan terbesar DPMPTSP dalam mempertahankan posisi Morowali sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Sulawesi Tengah?
“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah bagaimana memastikan pertumbuhan yang begitu pesat ini diimbangi dengan tata kelola yang baik, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, serta kualitas infrastruktur yang memadai,” ungkapnya.
Elyta melanjutkan, dari sisi perizinan dan pelayanan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM DPMPTSP agar mampu mengikuti dinamika regulasi yang terus berkembang, terutama dalam kerangka sistem OSS-RBA yang terus diperbarui.
Namun di sisi lain, pihaknya juga menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa pertumbuhan investasi memberi manfaat yang nyata dan merata bagi masyarakat lokal Morowali, bukan hanya bagi investor dan tenaga kerja dari luar.
“Keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesejahteraan masyarakat sekitar adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Selain sektor tambang dan hilirisasi nikel, sektor investasi apa yang sedang aktif digaet oleh DPMPTSP Morowali?
“DPMPTSP Morowali saat ini aktif mendekati calon investor di beberapa sektor unggulan non-tambang. Sektor perikanan dan budidaya laut menjadi salah satu prioritas, mengingat Morowali memiliki garis pantai yang panjang dan potensi kelautan yang belum tergarap secara maksimal,” tuturnya.
Begitupun pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kakao dan kelapa dalam yang memiliki pasar yang baik. Sektor jasa pendukung industri seperti logistik, pergudangan, dan penyediaan tenaga kerja terlatih juga menjadi bidang yang dipromosikan secara aktif kepada investor.
“Tidak kalah pentingnya, kami membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan sejalan dengan komitmen global terhadap dekarbonisasi. Kami optimis bahwa Morowali tidak hanya identik dengan nikel, tetapi juga akan dikenal sebagai daerah yang ramah bagi berbagai jenis investasi,” tekannya.
Insentif apa yang ditawarkan kepada investor di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini?
“Dari sisi insentif, kami memastikan kemudahan dan kecepatan proses perizinan berusaha melalui sistem OSS-RBA sebagai daya tarik utama. Kami juga menawarkan layanan pendampingan investasi secara penuh, mulai dari tahap perencanaan hingga operasional, termasuk fasilitasi penyelesaian permasalahan yang mungkin dihadapi investor di lapangan,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga kepastian hukum dan stabilitas iklim usaha, dengan secara aktif memfasilitasi koordinasi antara investor dengan instansi teknis terkait agar tidak ada kebijakan daerah yang tumpang tindih atau menghambat kegiatan usaha.
“Kepastian, kecepatan, dan keadilan dalam pelayanan, itulah insentif terbaik yang dapat kami berikan kepada setiap investor yang memilih Morowali,” pungkasnya.
Laporan : Nindya Farhah Azzahra
Foto : Istimewa
