Keistimewaan Kompleks Suci Imam Reza Shrine, Tempat Peristirahatan Terakhir Ali Khamenei

Kompleks suci Imam Reza Shrine di Kota Mashhad, Iran, yang jadi tempat peristirahatan terakhir Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran/Foto : Dok. SurfIran Kompleks suci Imam Reza Shrine di Kota Mashhad, Iran, yang jadi tempat peristirahatan terakhir Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran/Foto : Dok. SurfIran

Iran, GPriority.co.id – Kompleks suci Imam Reza Shrine di Kota Mashhad, Iran, kembali menjadi sorotan dunia setelah menjadi tempat pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pemakaman yang digelar pada 9 Juli 2026 itu menandai berakhirnya rangkaian upacara penghormatan nasional selama hampir sepekan, sekaligus mempertegas posisi Imam Reza Shrine sebagai salah satu situs paling sakral dalam tradisi Islam Syiah.

Imam Reza Shrine merupakan kompleks makam Imam Ali al-Ridha (Imam Reza), Imam kedelapan dalam ajaran Syiah Dua Belas Imam dan keturunan Nabi Muhammad SAW. Sejak Imam Reza wafat pada tahun 818 M, makamnya berkembang menjadi pusat ziarah terbesar di Iran dan salah satu destinasi keagamaan paling ramai di dunia. Setiap tahun, sekitar 30 juta peziarah dari berbagai negara datang ke Mashhad untuk beribadah dan berziarah.

Kompleks ini berdiri di atas lahan sekitar 1,2 juta meter persegi, menjadikannya salah satu kompleks masjid terbesar di dunia. Di dalamnya terdapat kubah emas ikonik, belasan menara, halaman luas (courtyard), perpustakaan, museum, madrasah, hingga pusat kajian Islam yang dikelola oleh Astan Quds Razavi, lembaga wakaf terbesar di Iran. Arsitekturnya memadukan gaya Abbasiyah, Timurid, Safawiyah, hingga Qajar yang berkembang selama lebih dari 12 abad.

Selain menjadi makam Imam Reza, kompleks tersebut juga menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting dalam sejarah Iran, mulai dari ulama, ilmuwan, pejabat kerajaan, hingga Presiden Iran Ebrahim Raisi yang dimakamkan di sana pada 2024. Kini, nama Ali Khamenei turut tercatat sebagai salah satu tokoh nasional yang dimakamkan di kawasan suci tersebut.

Menurut laporan Reuters, pemakaman Ali Khamenei di Imam Reza Shrine bukan hanya memiliki makna religius, tetapi juga simbolis. Ribuan hingga ratusan ribu pelayat memenuhi kawasan Mashhad sambil membawa bendera Iran dan foto Khamenei sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Pemilihan Imam Reza Shrine juga memiliki nilai historis karena Mashhad merupakan kota kelahiran Ali Khamenei. Selain itu, ayahnya juga dimakamkan di kompleks yang sama. Prosesi pemakaman berlangsung setelah iring-iringan jenazah melewati sejumlah kota suci, termasuk Teheran, Qom, Najaf, dan Karbala, sebelum akhirnya tiba di Mashhad. Rute tersebut dirancang sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi dan sejarah Islam Syiah.

Bagi masyarakat Iran dan umat Syiah di berbagai negara, Imam Reza Shrine bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol spiritual, sejarah, dan identitas keagamaan. Dengan dimakamkannya Ali Khamenei di kompleks tersebut, Imam Reza Shrine kembali menjadi pusat perhatian dunia sekaligus saksi penting perjalanan sejarah politik dan keagamaan Republik Islam Iran.