Kefamenanu, Gpriority.co.id – Rabu (15/7) menjadi hari yang bersejarah bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan adanya pendaratan perdana pesawat Kefa Air di Bandara Jack Ukat Kefamenanu. Momen ini menjadi langkah awal kebangkitan konektivitas udara yang diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka akses transportasi yang lebih luas bagi masyarakat perbatasan.
Pesawat Kefa Air dijadwalkan lepas landas dari Bandara El Tari Kupang pada pukul 10.00 WITA dan diperkirakan mendarat di Bandara Jack Ukat Kefamenanu sekitar pukul 10.30 WITA. Seluruh tamu undangan telah dijadwalkan berada di tenda acara mulai pukul 09.30 WITA di kawasan Bandara Jack Ukat.
Setibanya di Bandara Jack Ukat, pesawat akan disambut dengan prosesi water salute sebagai simbol penghormatan atas penerbangan perdana. Setelah itu, pilot dan kru pesawat akan mengikuti prosesi penyambutan adat berupa tutur adat dan pengalungan sebagai bentuk penghormatan serta ungkapan selamat datang dari masyarakat Timor. Rangkaian penyambutan akan dilanjutkan dengan arak-arakan menuju tenda utama yang diiringi tarian tradisional dan penampilan drum band, menampilkan kekayaan budaya lokal sekaligus menyemarakkan momen bersejarah tersebut.
Pada pukul 11.00 WITA akan dilaksanakan seremoni resmi yang diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., sambutan dari perwakilan Kementerian Perhubungan, dan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas dimulainya kembali layanan penerbangan di Bandara Jack Ukat. Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, makan siang bersama, dan hiburan yang dijadwalkan mulai pukul 12.00 WITA sebagai bentuk kebersamaan antara pemerintah, tamu undangan, dan masyarakat.
Pesawat Kefa Air selanjutnya dijadwalkan kembali lepas landas menuju Bandara El Tari Kupang pada pukul 14.00 WITA.
Makna kebangkitan konektivitas udara
Pendaratan perdana Kefa Air di Bandara Jack Ukat tidak hanya menjadi seremoni penyambutan penerbangan pertama, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sektor transportasi udara di Kabupaten Timor Tengah Utara. Kehadiran layanan penerbangan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah perbatasan dengan daerah lain di Nusa Tenggara Timur, mempercepat mobilitas masyarakat, mendukung dunia usaha, meningkatkan sektor pariwisata, serta membuka peluang investasi yang lebih besar bagi pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten TTU berharap uji coba pendaratan perdana pesawat Kefa Air di Bandara Jack Ukat menjadi tonggak penting bagi bangkitan kembali konektivitas transportasi udara di wilayah perbatasan. Beroperasinya kembali bandara tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, serta memperkuat pengembangan sektor pariwisata dan pelayanan publik di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Pemerintah Kabupaten TTU mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan momentum bersejarah ini sebagai wujud optimisme menuju TTU yang semakin maju, terbuka, dan terhubung melalui jalur transportasi udara.
Sebelumnya pada Selasa (14/7) Pemkab TTU bersama masyarakat menggelar ritual adat di kawasan Bandara Jack Ukat Sasi, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut uji coba pendaratan perdana pesawat Kefa Air berlangsung di Nu’af/Bukit Sasi.
Ritual tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus bentuk permohonan restu kepada Tuhan, alam, dan leluhur agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Foto : Pemkab TTU
