Manokwari, Gpriority.co.id – Provinsi Papua Barat resmi mengirimkan dua pelajar sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026, Marco Marcel Kurei dari SMK Kehutanan Negeri Manokwari dan Hasna Iriani Rumbiak dari SMK Negeri 1 Manokwari. Pelepasan dilakukan Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, dan Otonomi Khusus Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat, Syors Alberth Orthizan Marini, pada Senin (13/7) dalam apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Gubernur Papua Barat.
Penetapan kedua pelajar sebagai wakil Papua Barat tertuang dalam surat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor M37/PE.00.04/07/2026/D4.02 tentang pemanggilan calon anggota Paskibraka tingkat pusat tahun 2026. Marco dan Hasna akan bertolak ke Jakarta pada Selasa, 14 Juli 2026 untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan bersama perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.
Proses seleksi berjenjang
Keberhasilan Marco dan Hasna merupakan hasil seleksi yang berlangsung secara berjenjang dan kompetitif. Seleksi tingkat Provinsi Papua Barat digelar pada 28–31 Mei 2026 melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan, pemeriksaan minat dan bakat, tes kepribadian, wawancara, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga penentuan akhir (pantukhir). Dari ratusan peserta tingkat kabupaten, sebanyak 98 peserta mengikuti seleksi provinsi, dan enam peserta lolos ke tingkat nasional.
Seleksi tingkat nasional berlangsung pada 15–19 Juni 2026 dengan materi penilaian meliputi tes minat dan bakat, kesehatan, wawancara, PBB, dan psikotes. Dari tahap tersebut, Marco dan Hasna ditetapkan sebagai dua wakil Papua Barat yang akan bertugas pada upacara kenegaraan di tingkat nasional.
Tidak menyangka terpilih
Marco Marcel Kurei, lahir pada 16 Mei 2010, merupakan putra pertama pasangan Habel Z. Kurei dan Densemina Mayosep yang bekerja di sektor swasta dan berasal dari Kabupaten Waropen. Ia mengaku bangga sekaligus tidak menyangka dapat terpilih mewakili Papua Barat di tingkat nasional. “Saya tidak sangka bisa terpilih ke tingkat nasional dan rasa sangat senang,” ujar Marco usai apel yang dirangkaikan pelepasan calon Paskibraka tingkat nasional di Kantor Gubernur Papua Barat.
Ia menjelaskan proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten dengan peserta lebih dari 100 orang, kemudian 98 peserta mengikuti seleksi tingkat Provinsi Papua Barat hingga akhirnya dia terpilih mewakili provinsi pada seleksi tingkat nasional.
Bersyukur membawa nama baik Papua Barat
Hasna Iriani Rumbiak, siswi kelahiran 3 September 2009, merupakan putri pasangan Korneles Rumbiak dan Vitri Ruhupatty yang bekerja di sektor swasta dan berasal dari Kabupaten Biak. Sebagai anak tunggal, ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan membawa nama baik sekolah dan Provinsi Papua Barat. “Saya sangat bersyukur dan senang bisa mewakili Papua Barat di tingkat nasional,” kata Hasna.
Amanat dan harapan dari Pemprov
Dalam pelepasan tersebut, Asisten I Setda Papua Barat, Syors Alberth Orthizan Marini, menyampaikan apresiasi kepada kedua pelajar yang berhasil lolos seleksi hingga tingkat nasional. Ia berharap keduanya mampu menjaga kesehatan, disiplin, serta membawa nama baik Papua Barat selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta.
Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera pataka Provinsi Papua Barat kepada kedua calon Paskibraka, sebagai simbol amanat yang harus mereka bawa selama menjalani pemusatan di tingkat nasional. “Baru saja kita melepas calon Paskibraka yang mewakili Papua Barat. Adik-adik berdua ke depan harus lebih baik lagi, karena di pundak adik-adik ada tanggung jawab besar membawa nama Papua Barat,” kata Marini saat memimpin apel gabungan.
Dengan terpilihnya Marco dan Hasna, Provinsi Papua Barat kembali menunjukkan kualitas generasi muda dalam bersaing di tingkat nasional, sekaligus mengukir sejarah Paskibraka sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan keutuhan bangsa.
Foto : BPIP RI
