Usai SDN 09 Kebayoran Lama Roboh dan Viral, Pramono Percepat Perbaikan 4 Sekolah Rusak Berat

Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempercepat rehabilitasi empat sekolah dengan kondisi bangunan paling kritis pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik serta menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak.

Empat sekolah yang diprioritaskan yakni SDN 09 Kebayoran Lama Selatan yang akan diregrouping dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papanggo 01 bersama TKN Papanggo 01.

“Kami memprioritaskan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Karena itu, kegiatan belajar mengajar telah direlokasi ke SDN 09 Kebayoran Lama Selatan 11 sejak November 2024 agar tetap berlangsung dengan aman,” kata Pramono saat meninjau SDN 09 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).

Pramono menjelaskan, berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta terdapat 22 sekolah yang telah memperoleh rekomendasi teknis untuk direhabilitasi total. Dari jumlah tersebut, tujuh sekolah telah mendapatkan alokasi pendanaan melalui APBD 2026-2027, sementara empat sekolah dengan kondisi paling kritis dipercepat penanganannya tahun ini.

Khusus SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan skema regrouping agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat dilakukan dalam satu kawasan yang lebih aman dan representatif.

“Sebagai bagian dari penataan, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akan diregrouping dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 untuk mendukung pembangunan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan representatif. Kebutuhan anggaran untuk regrouping kedua sekolah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp48,15 miliar,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi empat sekolah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp249 miliar. Dana itu mencakup pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi konstruksi, hingga jasa sewa angkut dan gudang.

Menurut Pramono, pendanaan akan dioptimalkan melalui APBD Perubahan serta sumber non-APBD, seperti kewajiban kompensasi atas pelampauan nilai koefisien lantai bangunan (KLB), RSM/S, dan sumber pendanaan lain yang sesuai dengan ketentuan.

Ia menegaskan proses pembangunan harus dilakukan secara profesional agar kualitas konstruksi benar-benar terjamin.

“Saya minta betul dalam hal ini yang diputuskan, ditunjuk untuk membangun orang yang memang profesional untuk itu. Karena saya tidak mau pembangunan yang diupayakan tidak gampang ini kemudian misalnya tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh,” tegasnya.

Selain mempercepat rehabilitasi, Pemprov DKI Jakarta juga akan membentuk Tim Inventarisasi Kondisi Kerusakan Gedung Sekolah yang melibatkan sejumlah perangkat daerah. Tim tersebut diberi waktu satu bulan untuk memeriksa kondisi seluruh gedung sekolah di Jakarta, termasuk memverifikasi status tanah dan bangunannya.

Hasil inventarisasi akan menjadi dasar penetapan prioritas penanganan, baik melalui rehabilitasi, pembangunan kembali, pembelian lahan, relokasi, maupun langkah penyelesaian lainnya sesuai kondisi masing-masing sekolah.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan mitigasi risiko dan standar operasional prosedur (SOP) untuk penanganan sekolah rusak berat, termasuk mekanisme relokasi sementara agar keselamatan warga sekolah tetap terjamin selama proses pembangunan.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi kerisauan semua, termasuk saya pribadi, karena apa pun pendidikan buat saya adalah prioritas untuk dibangun di Jakarta ini, diperbaiki,” pungkasnya.

Reportase : Dimas A. Putra

Foto : Istimewa