Berat Badan Naik Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?

Fenomena berat badan naik setelah menikah ramai dibicarakan, namun mitos atau fakta bahwa setelah menikah badan akan menggemuk?/Foto : Ilustrasi Dok. Vecteezy Fenomena berat badan naik setelah menikah ramai dibicarakan, namun mitos atau fakta bahwa setelah menikah badan akan menggemuk?/Foto : Ilustrasi Dok. Vecteezy

Jakarta, GPriority.co.id – Fenomena berat badan naik setelah menikah ternyata bukan sekadar anggapan yang beredar di masyarakat.

Sejumlah penelitian populasi dan studi longitudinal menemukan adanya hubungan antara perubahan status pernikahan dengan peningkatan berat badan atau indeks massa tubuh (BMI).


Namun, kondisi ini tidak terjadi pada semua orang dan bukan berarti pernikahan secara otomatis menyebabkan seseorang menjadi gemuk.

Salah satu mekanisme yang banyak dibahas adalah perubahan pola makan setelah menikah. Kehidupan bersama pasangan dapat membuat waktu makan menjadi lebih teratur, meningkatkan frekuensi makan bersama atau social eating, bahkan memengaruhi ukuran porsi dan pilihan makanan.

Dilansir dari laporan NY Post, studi mengenai pasangan juga menunjukkan adanya kemiripan perilaku kesehatan, termasuk pola makan dan aktivitas fisik, karena pasangan berbagi lingkungan dan rutinitas sehari-hari.

Faktor lain adalah fenomena yang sering disebut “settling down”. Setelah memasuki hubungan yang stabil, sebagian orang mungkin tidak lagi memiliki dorongan sebesar ketika masih lajang untuk menjaga penampilan demi menarik pasangan.

Literatur ilmiah mengaitkan hal ini dengan marriage market hypothesis, yakni gagasan bahwa motivasi mempertahankan berat badan dapat berubah ketika seseorang sudah berada dalam hubungan yang stabil.

Penelitian longitudinal menemukan BMI cenderung meningkat selama pernikahan atau hubungan tinggal bersama pada sebagian kelompok.

Selain itu, rutinitas pasangan dapat saling menular. Jam tidur, kebiasaan ngemil, aktivitas olahraga hingga pilihan makanan bisa menjadi semakin mirip setelah hidup bersama. Karena itu, lingkungan rumah tangga juga berperan dalam perubahan berat badan.

Meski demikian, usia tetap menjadi faktor penting. Orang yang menikah umumnya juga bertambah usia, sementara komposisi tubuh, tingkat aktivitas, pekerjaan dan kebutuhan energi dapat berubah. Artinya, kenaikan berat badan tidak bisa seluruhnya dianggap sebagai akibat pernikahan.

“Fenomena berat badan naik setelah nikah ini kadang emang ditemuin dalam beberapa penelitian populasi,” ujar narasumber dalam laporan tersebut. Ia menambahkan bahwa efek tersebut “tidak universal dan besarnya bervariasi.”

Menariknya, penelitian terbaru juga menunjukkan hubungan antara pasangan dan berat badan tidak selalu negatif.

Tinjauan sistematis menemukan intervensi gaya hidup yang dilakukan bersama pasangan justru dapat menghasilkan penurunan berat badan lebih besar dibanding intervensi individual.

Jadi, apakah setelah menikah pasti gemuk?

Jawabannya tentu tidak. Bahkan, faktor genetik atau yang secara sederhana disebut “bakat gemuk” juga dapat memengaruhi kecenderungan berat badan seseorang. Satu hal yang paling penting adalah pola makan, aktivitas fisik dan kebiasaan hidup tetap dijaga meski sudah menikah.